Kondisi proyek MERR Gunung Anyar yang baru selesei 70 persen, kemarin.

SURABAYA PAGI, Surabaya – Proyek jalan MERR seksi Gunung Anyar sepanjang 1,8 kilometer yang dikebut Pemkot Surabaya, rupanya sudah dilirik para mafia tanah. Meski pembangunan baru 70 persen, tapi para pemain tanah di sana berani menawar tinggi. Ini kian menguatkan dugaan bahwa mafia tanah kini banyak yang gentayangan di Gunung Anyar dan sekitarnya. Mulai mafia tanah kelas teri yang diungkap Polrestabes Surabaya, sengketa warga Gunung Anyar dengan pengusaha properti Allan Tjipta Rahardja yang diproses Polda Jatim, hingga kasus bos Sipoa yang perkaranya sudah di Pengadilan Negeri Surabaya.

------

Setelah Wali Kota Tri Rismaharini mengajak perwakilan KPK meninjau proyek MERR Gunung Anyar di sungai perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Surabaya Pagi tergerak untuk menelusuri ke lokasi.

Pasalnya, jalan MERR yang sudah fungsional mulai Rungkut hingga Kenjeran, justru banyak dinikmati kalangan pengusaha berkantong tebal. Mulai berdirinya komplek ruko, apartemen, hotel serta berbagai kafe dan resto.

Dalam penelusuran Jumat (16/11/2018), ternyata sudah ada pihak-pihak yang diduga mafia tanah berniat menguasai lahan di sekitar proyek MERR Gunung Anyar. Seperti diungkapkan Mundir, warga Gunung Anyar Lor, Surabaya.

Menurutnya, tanah di sekitar rumahnya yang jaraknya paling dekat dengan proyek MERR ditawar Rp 20 juta per meter oleh salah seorang pemain tanah.

“Yang nawar ya orang sekitar sini yang biasa main tanah. Tapi saya tolak, karena tanah ini warisan dari orang tua," ungkap Mundir kepada Surabaya Pagi, Jumat (16/11/2018).

Mundir juga mengungkapkan bukan sekali ini saja dirinya didatangi orang yang menanyakan tanahnya untuk dibeli. Tapi sudah berkali-kali sejak proyek MERR digembar-gemborkan Pemkot Surabaya. “Sering mas ditanya orang, tapi ya karena memang tidak saya jual,” lanjutnya.

Tak hanya Mundir, warga di sekitar rumahnya juga mengalami seperti dirinya. Bahkan, karena takut nanti dibuat masalah oleh mafia tanah, warga bernisiatif mematok batas-batas tanah miliknya.

"Sebelum dilanjutkan pengerjaan (proyek MERR, red) ini sudah dipasang patok (batas) mbak. Warga takut terjadi apa-apa. Tapi warga di sini kebanyakan tidak mau menjual tanahnya," tambah dia.

Tak jauh berbeda dengan Rochmah, warga Gunung Anyar Lor lainnya. Wanita ini tidak mau menjual rumahnya meski berkali-kali tanahnya ditawar broker tanah.

"Sudah banyak yang nawar mbak, pengusaha itu yang banyak. Mungkin karena rumah saya yang memang sangat dekat dengan proyek MERR Gunung Anyar ini" cerita Rochmah.

Begitu juga dengan Binti, warga Gunung Anyar Lor lainnya. Untuk saat ini ia belum kepikiran untuk menjual tanahnya kepada siapapun. Namun ada warga lain yang sudah menjual tanahnya.

"Sebelah rumah ini sih kabarnya sudah dijual ke pengusaha. Tapi harganya gak tau berapa, karna saya juga gak niat menjual rumah," tutur Binti.

Makelar Online

Para pemain tanah tak hanya mendatangi warga langsung. Mereka juga menawarkan tanah di sejumlah situs online jual beli tanah/property. Juga di beberapa forum.

“TANAH SUPER STRATEGIS di Surabaya! Pinggir Jalan Raya! Komisi Besar u/ Makelar!!

Saya menawarkan tanah yang sangat-sangat strategis di pinggir jalan dari Raya Merr.

- Luas Tanah: 3,8 Hektar / 38.000m2

- Panjang Depan +-250meter, Lebar ke belakang +-160meter.

- Terima SHM Langsung a/n Buyer!

# Sekedar info, Tanah di sepanjang jalan raya Merr pasaran harga sudah 16.000.000 Up!!!

# ANDA INGIN JADI MEDIATOR DAN SUDAH ADA BUYER YANG SERIUS?? Silahkan langsung kontak nomer yg tertera, kami sangat WELCOME, Komisi jelas dan pasti u/ anda!!

Dengan 1 syarat, sudah ada pembeli yang serius, jadi telpon saya tinggal atur waktu untuk ketemu dengan buyer dan kuasa jual,” demikian salah satu promosi di sebuah forum online.

Pemgembang Terlibat

Untuk diketahui, Jalan MERR seksi Gunung Anyar ini proyek jalan terakhir dan yang terpanjang. Jalan sepanjang 1,8 kilometer ini sekarang baru selesai 70 persen. Targetnya sampai akhir tahun 2018 ini, akan diselesaikan satu sisi ruas jalan.

Karena itulah, pengerjaan MERR Gunung Anyar tahun ini dianggarkan Rp 89 miliar. Sedang untuk pengerjaan jalannya akan dilanjutkan di tahun 2019 mendatang.

Proyek ini sebelumnya tersendat lantaran ada kasus hukum yang menyeret penyalahgunaan kewenangan di jajaran Pemkot Surabaya, hingga menyebabkan sejumlah oknum diproses hukum dan diadili. Karena itu pula, Pemkot mengajak KPK turun ke lokasi.

"Kita sempat ganti perangkatnya. Sekarang pembebasan lahannya sudah clear semua sehingga tahun ini mulai fisiknya," cetus Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Pada KPK, Risma juga sempat menyinggung bahwa pihaknya melibatkan pihak swasta pengembang untuk berpartisipasi di penyelesaian Jalan MERR. Ruas jalan yang melintas wilayah pengembang dihitung sebagai fasum dan dikerjakan oleh pengembang.

Di sisi lain, Risma mengatakan jika MERR ini selesei, maka manfaatkan besar akan dirasakan warga. Dari aspek lalu lintas, masyarakat yang biasa memanfaatkan Gunung Anyar untuk masuk ke Surabaya juga akan lebih besar kapasitasnya. Ujung jalan MERR ini akan langsung menuju masuk tol arah ke Juanda.

Selain itu, Risma berharap dampak ekonomi juga dirasakan warga Gunung Anyar. Dengan lebar jalan 20 meter dan menjadi jalan utama timur - barat Surabaya, maka Risma optimistis wilayah ini akan terangkat ekonominya. Akan ada bangkitan ekonomi baru di seputaran MERR Gunung Anyar.

"Harga tanah di sini sebentar lagi pasti akan naik, dan saya ingin yang menikmati adalah warga Surabaya," katanya. n