Juru Bicara KPK, Febri Diansyah Foto: SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - KPK menggelar sosialisasi sistem integritas partai politik (SIPP) kepada perwakilan 16 partai, Kamis (22/11). Acara digelar di gelar di Auditorium Gedung KPK C1, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tujuan kegiatan ini agar parpol dapat berpolitik secara cerdas karena memiliki panduan dalam membangun sistem integritas di depan masyarakat. KPK ingin agar sistem ini dapat diimplementasikan parpol dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan pemerintahan di Indonesia.

“Harapannya dengan pengimplementasian SIPP, masyarakat menjadi lebih percaya politik sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan bernegara, dengan terciptanya perpolitikan yang berintegritas,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (22/11).

Febri mengatakan, sistem integritas parpol dibentuk demi terwujudnya Indonesia yang bebas dari korupsi. Sehingga diperlukan serangkaian usaha yang komprehensif terutama terkait pembenahan tata kelola partai politik.

Sistem integrasi ini dibuat KPK, pada 2017. Saat itu, KPK bekerja sama dengan Pusat Penelitian Poliik (P2P) LIPI menyusun Kertas Posisi Sistem Integritas Partai Politik dan instrumen penilaian diri (Tools of Assesment/ToA).

“Dalam perjalanannya, instrumen ini mendapat banyak masukan, sehingga pada 2018 disempurnakan melalui serangkaian kegiatan FGD dan penulisan kembali. Sehingga diperoleh kertas posisi (position paper) Sistem Integritas Partai Politik dengan lima komponen utama yaitu kode etik, demokrasi internal partai, kaderisasi, rekrutmen, dan keuangan partai yang transparan dan akuntabel,” pungkas Febri.

Kegiatan sosialisasi sistem integritas parpol ini diikuti oleh Partai NasDem, Gerindra, PDIP, Golkar, PKPI, PAN, Hanura, Berkarya, PKS, Garuda, PBB, Demokrat, PSI, PKB, Perindo, dan PPP. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satgas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Jk