dr. Kohar Hari Santoso Foto: SP/IST

SURABAYA PAGI, Surabaya - Kasus lima anak di Surabaya yang sengaja menghirup uap bau gas lem dinilai Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur penting mendapat perhatian khusus. Ini karena bisa menyebabkan pelaku meninggal secara mendadak. "Bau gas lem sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat mengakibatkan kematian," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr. Kohar Hari Santoso

Menurutnya seseorang yang sering mabuk dengan menghirup uap lem sangat membahayakan, khususnya pada anak-anak. Sebab, pada kadar tertentu bisa menyebabkan pelaku ngelem meninggal secara mendadak atau sudden sniffing death.

Ia menjelaskan dalam pergaulan anak muda khususnya yang berkembang di anak jalanan, lem perekat serba guna sering disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi mabuk. Apalagi, lem tersebut juga sangat mudah didapatkan dengan harga yang relatif murah. “Bahkan karena fungsi sebenarnya sangat bermanfaat, banyak yang tidak menyangka ada risiko di balik uap lem yang baunya cukup menyengat. Padahal bau uap dari lem itu bikin kehilangan kesadaran dan bahkan bisa menyebabkan gangguan kesadaran hingga bisa merenggut nyawa,” ujarnya.

Kohar mengaku prihatin atas perbuatan yang dilakukan anak-anak yang masih tergolong dibawah umur tersebut. Dinkes Jatim, sambungnya, akan terus melakukan penyuluhan ke sekolah dan masyarakat. “Kontrol sosial masyarakat harus ditingkatkan,” tandasnya. arf