Suasana dalam acara Internship and Scholarship Fair 2018 di IPB, Senin lalu.

SURABAYAPAGI.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir mengadakan Internship and Scholarship Fair di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin lalu.

“Tujuannya, agar lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki bekal karir yang bagus,” kata Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB, Dr Alim Setiawan Slamet STP, Msi, Selasa (27/11).

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang mempertemukan antara perusahaan yang membuka lowongan magang dengan mahasiswa. “Biasanya IPB mengadakan Job Fair dua kali dalam satu tahun. Namun kali ini IPB berusaha menghadirkan nuansa berbeda yakni mengadakan promosi perusahaan yang membuka lowongan magang bagi mahasiswa,” ujarnya.

Alim mengungkapkan, meskipun kegiatan tersebut baru, ternyata mahasiswa antusias mengikuti rangkaian kegiatannya. Hal ini terlihat dari respons mahasiswa yang bertanya tentang lowongan magang yang dibuka oleh perusahaan.

Sedikitnya ada 20 perusahaan yang hadir dalam Internship and Scholarship Fair kali ini. “Tidak hanya menawarkan lowongan magang bagi mahasiswa, perusahaan juga membuka lowongan kerja bagi lulusan IPB yang hendak meniti karir di perusahaan,” tuturnya.

Alim mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program dari perusahaan dapat menambah pengalaman dan soft skill. Sehingga, setelah lulus nanti tidak kaget menghadapi dunia kerja yang berbeda dari dunia kampus.

“Dengan magang, mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang dunia kerja sehingga mereka sudah siap terjun ke lapangan pekerjaan secara langsung,” tambah Alim.

Rektor IPB, Dr Arif Satria juga turut membenarkan bahwa mahasiswa yang mengikuti magang akan mendapat banyak manfaat. Ia menyatakan, ada tiga manfaat sekaligus yang akan didapatkan oleh mahasiswa jika mengikuti magang. Ketiga manfaat tersebut adalah pengalaman, pengetahuan, dan networking.

“Pengalaman di dunia kerja dan dunia kampus itu jauh berbeda. Pengalaman di dunia kampus bisa menjadi bekal untuk terjun di dunia kerja nanti,” tutur Arif Satria.

Ia juga menegaskan, dengan mengikuti magang, mahasiswa dapat menguji pengetahuan dan kemampuannya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Jika pengetahuan dari kampus kurang, maka akan ada feedback dari mahasiswa sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pembelajaran di kampus.

Mengingat dunia kerja itu dinamis maka kemungkinan besar pengetahuan mahasiswa hanya sedikit yang akan dipakai di dunia kerja nanti.

“Sedikitnya hanya sepuluh persen pengetahuan yang akan digunakan oleh mahasiswa di dunia kerja yang sesuai dengan kompetensinya. Untuk itu, mahasiswa perlu mengikuti magang supaya dapat mengikuti perkembangan pengetahuan di lapangan,” ujarnya.

Manfaat magang selanjutnya, kata Arif, adalah menambah jejaring atau memperluas networking. Salah satu kunci menghadapi masa depan adalah networking atau jejaring yang luas. Dengan banyaknya jejaring maka mahasiswa dapat beradaptasi dengan mudah di dunia kerja nanti.

“Selain itu, program magang juga dapat digunakan untuk mencari inspirasi dan ide. Sehingga, nanti dapat dijadikan sebagai bekal menjadi enterpreneur. Untuk itu, manfaatkan kesempatan magang dan banyak belajar selama magang berlangsung,” pungkas Arif Satria.