SURABAYAPAGI.com, Yogyakarta - Tim Balai Arkeologi Yogyakarta meneliti temuan situs patung kepala Buddha di Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Para arkeolog melakukan pendokumentasian awal terhadap benda purbakala yang ditemukan warga saat menggali gapura desa.

Ada tiga orang tim dari Balai Arkeologi yang mendokumentasikan temuan itu pada Rabu, 28 November 2018 lalu. Upaya dokumentasi situs didampingi oleh pihak kecamatan, kepada desa serta empat orang dari yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB).

"Dokumentasi tim Balai Arkeologi ini merupakan upaya tindaklanjut laporan penemuan serta permohonan penelitian setelah penemuan arca patung di Sriombo, " kata Koh Lam selaku Sekretaris Yayasan LKCB, Kamis, 29 November 2018.

Selain mendatangi lokasi ditemukannya situs patung kepala Buddha Sriombo, tim juga mendatangi beberapa titik lokasi ditemukannya reruntuhan candi yang berjarak 300 meter dari lokasi penemuan arca patung. Mereka juga melakukan pencatatan terhadap benda-benda reruntuhan candi berupa batu besar.

"Tumpukan diduga candi ini berupa bata besar berbentuk talang aliran air. Semuanya dicatat dan didokumentasikan " ujarnya.

Para arkeolog lalu memberi pengarahan kepada kepala desa untuk segera menentukan lokasi baru yang akan didirikan gapura karena lokasinya ditemukan banyak benda purbakala. Mereka juga menyarankan agar pihak desa melaporkan secara resmi ke Dinas Pariwisata untuk tindaklanjut penggalian.

"Ke depan tim balai Arkeologi ini akan melakukan eskavasi jika pihak desa memastikan sudah tidak adanya situs baru di lokasi, " katanya.

Sebelumnya, sebuah patung kepala Buddha ditemukan warga pada 24 November 2018 lalu. Patung purbakala itu ditemukan warga bernama Sunardi saat penggalian proyek gapura di Desa Sriombo. Potongan batu berbentuk kepala arca itu berukuran tinggi 9 cm dan lebar 7 cm di kedalaman tanah 30 cm.

Penemuan patung Buddha di Lasem bahkan tak hanya sekali ini saja. Pada 2004 silam tiga arca kepala Buddha berlapis emas juga ditemukan warga di kawasan Desa Bonang. Jaraknya bahkan hanya sekitar 400 meter dai lokasi penemuan di desa Sriombo.