MORI building digital art museum

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jepang adalah negara dengan beragam pesona. Mulai dari pesona kuliner, beragam tradisi unik juga perkembangan teknologinya membuat Negeri Sakura ini tak pernah bosan untuk dikunjungi.

Sebut saja MORI Building Digital Art Museum yang ada di Tokyo, yang memadukan kecanggihan teknologi dan menjadi museum digital pertama di Jepang.

Sejak dibuka pada Juni lalu, museum yang terletak di Odaiba Palette ini jadi salah satu museum populer di Jepang yang juga menawarkan spot instagramable bagi para wisatawan.

Museum seluas 10.000 meter persegi ini memiliki lima area berbeda. Pengunjung dapat melihat lebih dari 70 karya seni interaktif yang diproyeksikan di dinding, lantai, dan langit-langit dengan menggunakan sekitar 520 komputer dan juga 470 proyektor.

Museum hasil kolaborasi antara MORI Building dan TeamLab ini menggunakan teknologi pemetaan proyeksi, sehingga karya seni yang ada di sini bereaksi terhadap gerakan dan sentuhan pengunjung. Hanya dengan menggerakkan tangan, pemandangan di sekeliling mereka ikut berubah.

Ketika memasuki area pertama dari museum ini kamu akan melihat ruangan-ruangan kosong yang dipenuhi dengan ilusi optik yang cantik berbentuk ribuan bunga warna-warni, lampion, dan cahaya warna-warni yang digerakkan oleh sensor dan diproyeksikan ke seluruh ruangan.

Dan The Forest of Lamps menjadi salah satu area yang dipenuhi oleh lampu-lampu warna-warni yang melayang-layang dengan indahnya.

Setelah itu, di ruangan selanjutnya kamu dapat mengunjungi The Crystal World. Di area ini pengunjung disuguhkan dengan lantai berwarna-warni dengan ribuan lampu LED dengan ilusi optik yang menakjubkan. Tak heran jika, tempat ini menjadi salah satu spot instgramable bagi para pengunjung museum.

Beranjak ke area lainnya yaitu The Weightless Forest of Resonating Life. Sebuah area berupa ruangan yang dipenuhi dengan orbs-orbs atau bulatan-bulatan besar yang terlihat seperti balon udara yang seolah melayang-layang di atas kepalamu.

Setelah puas menjelajahi muesum ini, pengunjung juga dapat beristirahat dan menikmati secangkir teh di EN Tea House. Hanya dengan membayar sekitar 500 yen atau Rp. 63 ribu, pengunjung dapat menikmati hidangan teh dengan hiasan bunga yang bisa mekar di dalam cangkir dengan cantiknya.

Jika ingin mengunjungi mueseum ini, kamu harus membayar biaya masuk museum dengan harga 28 USD atau sekitar Rp. 400 ribu untuk orang dewasa dan 9 USD atau sekitar Rp. 130 ribu untuk anak-anak.