Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6).

SURABAYAPAGI.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un tahu bahwa dia menyukainya dan akan memenuhi keinginannya. Pernyataan itu disampaikan Moon sehari setelah bertemu dengan Trump dalam KTT G20 di Argentina, pada Minggu (2/12).

Menurut Moon, Trump telah memintanya untuk menyampaikan pesan kepada Kim. "Pesannya adalah Presiden Trump memiliki pandangan yang sangat baik terhadap Kim dan dia menyukainya," kata Moon kepada wartawan dalam penerbangan dari Argentina ke Selandia Baru, tempat dia akan memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari.

"Karena itu, dia meminta saya untuk memberi tahu Kim bahwa dia ingin menerapkan sisa perjanjian bersama mereka dan dia akan memenuhi keinginan Kim," tambah Moon.

Trump, yang bertemu Kim di Singapura pada Juni lalu, mengatakan ia kemungkinan akan kembali bertemu Kim untuk kedua kalinya pada Januari atau Februari tahun depan. Ada tiga lokasi pertemuan yang sedang dalam pertimbangan.

"Kami bergaul dengan sangat baik. Kami memiliki hubungan yang baik," kata Trump kepada wartawan di Air Force One sekembalinya dari KTT G20, Sabtu (1/12). Trump menambahkan, pada kesempatan tertentu ia akan mengundang Kim ke AS.

Kim dan Trump berjanji pada pertemuan pertama mereka untuk bekerja menuju denuklirisasi. Namun kedua belah pihak sejak itu hanya membuat sedikit kemajuan tanpa ada langkah konkret.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (1/12) setelah pertemuan Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping bahwa mereka dan Kim akan mengupayakan Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Pernyataan itu mengatakan, Xi dan Trump setuju kemajuan besar telah dibuat sehubungan dengan Korut.

Trump telah sering menggambarkan hubungan pribadi yang hangat dengan Kim, dengan alasan hubungan itu akan membantunya melakukan terobosan diplomatik yang telah dihindari presiden AS lainnya sejak 1950-an.

Pujian terbaru Trump untuk Kim ini menunjukkan bahwa dia masih menekankan hubungan pribadinya meskipun pembicaraan nuklir telah terhenti. Moon mengatakan pertemuan kedua antara Kim dan Trump akan terbukti sebagai momen paling kritis bagi denuklirisasi Korut.