Komunikasi karyawan di kafe Mbok kom. Foto : SP/Habibi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di Indonesia, penyandang disabilitas masih kurang diperhatian oleh publik. Bahkan seringkali mereka mendapat perlakuan yang tak ’pantas’ dari sejumlah oknum masyarakat.

Tak terkecuali dalam ruang lingkup dunia kerja, yang dimana perusahaan-perusahan masih sangat minim dalam menyerap tenaga mereka.

Namun dalam peringatan hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember ini, Surabayapagi.com akan membahas dua kafe unik di Indonesia yang memberdayakan kaum difabel.

Deaf Cafe Fingertalk


Pelayanan di Deaf Cafe Fingertalk. Foto : SP/Habibi


Berlokasi di Jl. Cinere Raya, Cinere, Limo, Kota Depok, Deaf Cafe Fingertalk merupakan kafe yang fokus memberdayakan kaum tuna rungu.

Di kafe ini, selain bisa menikmati berbagai hidangan yang legit, anda juga bisa memanfaatkan kafe ini sebagai ruang belajar bahasa isyarat karena mulai dari juru masak hingga karyawan adalah penyandang tuna rungu.

Didirikan oleh Dissa Syakina Ahdanisa, yang merupakan alumnus Akuntansi di salah satu Universitas di Australia, kafe sekaligus pendirinya telah berhasil meraih berbagai penghargaan seperti tokoh Metro Award dari Majalah Tempo, tokoh inspirasi, hingga pujian langsung dari mantan presiden AS, Barack Obama.

Kafe Mbok Kom


Komunikasi karyawan di kafe Mbok kom. Foto : SP/Habibi


Agak berbeda dibanding Deaf Cafe Fingertalk, Kafe Mbok Kom memberi ruang pada karyawannya untuk bekerja sama dalam melayani pelanggan karena karyawan di sini terbagi dalam beberapa penyandang disabilitas, seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa sekaligus ada beberapa residivis atau mantan narapidana.

Menarik pastinya melihat kerjasama yang dibangun antar mereka dan bakal membuat anda terkesima. Kafe yang didirikan oleh Moh Shobik ini beralamat di Jl. Ketintang Madya, Ketintang, Gayungan, Kota Surabaya yang bisa anda kunjungi setiap hari mulai pukul 10:00 hingga 24:00 WIB. Hb