Pengurus ISNU Lamongan berpose dengan Rektor Unisla, Narasumber dan ketua ISNU Jatim usai pembukaan Musker 1.

SURABAYA PAGI, Lamongan - Bertempat di Kampus Universitas Islam Lamongan (Unisla), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Lamongan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) pertama usai dilantik pada 18 Oktober 2018 lalu , dengan menghasilkan berbagai program dan rekomendasi baik internal maupun eksternal yang berlangsung hingga Minggu malam (2/12/2018).

Salah satunya rekomendasi yang dicetuskan dalam Musker tersebut, seperti disampaikan oleh Raden Zainul Mustofa Ketua ISNU Lamongan, Senin (4/12/2018) yakni soal dorongan agar pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk mengembangkan nilai pendidikan yang berkarakter yang sudah ada dan berjalan, untuk lebih dikembangkan dan dimaksimakan agar bisa mencetak anak didik yang santun dan tangguh.

"Tantangan global di era revolusi industri 4.0 menjadi keniscayaan bagi lembaga pendidikan untuk segera berbenah diri. Pendidikan dituntut dapat mencetak generasi muda yang berkarakter dan tangguh,"kata Raden Zainul yang masih keturunan salah satu wali singo yakni Raden Qosim Sunan Drajat ini menambahkan.

Disebutkan olehnya, pemerintah dalam hal ini berkewajiban mendorong dan memfasilitasi lembaga pendidikan untuk lebih meningkatkan daya saing dan mutu pendidikan."Pemerintah harus proaktif untuk mendorong dan memberikan fasilitas lembaga pendidikan agar bisa mencetak siswa yang punya daya saing,"ungkapnya.

Selain itu, ISNU Lamongan berharap agar lembaga pendidikan mampu melakukan inovasi dalam bidang pembelajaran, mengembangkan berbagai disiplin ilmu, memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran."Hal itu sudah menjadi keniscahyaan agar apa yang dicita-citakan dalam mencetak siswa berkarakter bisa terwujud,"terangnya.

ISNU juga berharap, lembaga pendidikan selain bisa mencetak siswa berkarakter dan punya daya saing, lembaga pendidikan juga diminta terus mendorong pendidik, untuk selalu memberikan suri tauladan dan membekali peserta didiknya dengan skill yang mumpuni dan akhlaq yang baik."Ini sangat penting, bagaimana bisa mencetak siswa berkarakter, tapi pendidiknya tidak mempunyai skill yang mumpuni dan akhlaq yang baik,"ujarnya.

Karena itu, pemimpin lembaga pendidikan senantiasa harus terus mendorong pendidik untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, agar mampu menciptakan peserta didik yang berkarakter. Seperti meningkatkan kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional) agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara baik dan maksimal.

Itu semua bisa diwujudkan lanjut Zainul, kalau ada peran serta pemerintah mendorong pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dan madrasah. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan kesejahteraan pendidik di lembaga pendidikan. Bahkan Pemerintah harus menjamin dan melindungi para pendidik dalam melaksanakan tugas-tugas profesi di lembaga pendidikan, dan menyediakan transportasi sekolah bagi peserta didik.

Sementara itu dalam Musker ISNU Lamongan yang pertama itu, selain menelurkan berbagai program juga digelar seminar nasional dengan tema "Ekonomi Syari’ah di era Milenial Antara Harapan dan Tantangan Menuju Lamongan Kota Syari’ah", dengan Narasumber Dr. Ir. Irnanda Laksanawan, M. Sc, Ketua Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin PBNU, dan Musker sendiri dibuka oleh Ketua ISNU Jatim Prof. M. Mas’ud Said, P. hD.jir


Ketua ISNU Lamongan menerima usulan program dan rekomendasi dari peserta Musker. FOTO:SP/ MUHAJIRIN KASRUN