Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono mengatakan akan menghentikan sementara pembangunan jembatan di ruas jalan Wamena sampai Mumugu, Papua.

Hal tersebut disampaikannya dalam jumpa pers terkait pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua awal pekan ini.

"Seluruh pekerjaan pembangunan jembatan segmen 5 dari ruas Wamena, Haberna, Kenyam dan Mumugu dihentikan untuk sementara waktu," ujar Basuki di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12).

Lebih lanjut, ia mengatakan, PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek pembangunan Trans Papua pun telah melakukan sosialisasi dengan baik kepada masyarakat di ruas pembangunan jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Selain itu, Basuki menyatakan masyarakat yang tinggal di jalur Trans Papua sangat antusias terhadap pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan Kementerian PUPR itu. Kementerian PUPR sendiri sedang menyelesaikan konektifitas di tanah Papua dengan membangun 35 jembatan di jalur Trans Papua untuk menyalurkan logistik yang ada di daerah tersebut.

Basuki mengatakan pihaknya bekerjasama dengan PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya untuk membangun 35 jembatan di jalur Trans Papua. Sebanyak 11 jembatan dikerjakan PT Istaka Karya, sedangkan 25 jembatan dikerjakan PT Brantas Abipraya.

Terkait sampai kapan penghentian sementara proyek pembangunan jembatan, Kementerian PUPR belum bisa memastikannya.

"Saya menunggu rekomendasi dari kodam dan kepolisian sebagai penanggung jawab [keamanan] di sana," ucap Basuki.

Sebelumnya, kepolisian menerima informasi ada pembunuhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada 2 Desember 2018 sekitar Pukul 15.30 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan dua camp pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua ini diserbu KKB. Menurut informasi dari masyarakat dan pihak PT Istaka Karya, korban tewas sebanyak 31 orang. Pada 1 Desember 2018, sebanyak 24 orang, sedangkan pada 2 Desember sebanyak 7 orang.