Kadiknas Kota Mojokerto, Amin Wachid (tiga dari kanan) saat memantau ujian KDK tingkat SMP. Foto : SMG/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dinas pendidikan Kota Mojokerto mulai menerapkan ujian Kecakapan Dasar Keagamaan (KDK) bagi siswa. Ujian yang baru pertama kali diselenggarakan ini di ikuti sebanyak 3.128 peserta jenjang SMP/MTs kelas IX.

Kepala Dispendik Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan mulai tahun ini, Kota Mojokerto concern untuk meningkatkan kualitas khusus keagamaan bagi siswa yang mau masuk ke jenjang pendidikan menengah. "Jadi tahun ini ujian KDK pertama untuk tingkat SMP sederajat. Sebelumnya ujian ini hanya diterapkan di tingkat SD/sederajat," ujarnya, Selasa (4/12).

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan itu berdasarkan Perwali Nomor 23 Tahun 2013 tentang KDK. Secara umum pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan jenjang SD. Amin mengatakan, kegiatan ditekankan pada pemantapan siswa tentang pelaksanaan ibadah sehari- hari.

”Selain berbentuk ujian tulis, juga dilakukan tes praktik pelaksanaan ibadah menurut agama masing-masing,” paparnya.

Dalam hal ini, Dispendik bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto. Di samping juga melibatkan lembaga nonformal keagamaan lainnya. Antara lain Taman Pendidikan Alquran (TPQ), Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag), Parisada Hindu Dharma, serta Paroki.

Dijelaskannya, dalam kegiatan belajar mengajar, pendidikan agama di jenjang SMP sederajat sebenarnya sudah ada. Hanya saja, dengan adanya KDK, maka lembaga akan melakukan penambahan materi tentang keagamaan yang jadwalnya telah diatur dan ditentukan oleh sekolah masing-masing. ”Indikator-indikatornya berkaitan dengan pengetahuan agama dikupas lebih dalam sesuai dengan perwali,” tukasnya.

Bagi siswa yang berhasil memenuhi standar kelulusan akan mendapatkan sertifikat KDK. Namun, bagi siswa yang belum bisa memenuhi, akan dilakukan pembinaan dan kesempatan untuk memperbaikinya.

”Kita juga komunikasikan dengan orang tuanya. Karena kegiatan ini lebih pada pembinaan dan peningkatan kualitas ketaqwaan siswa,” paparnya.

Di sisi lain, ungkap Amin, penerapan KDK di jenjang SMP juga sebagai implementasi Program Pendidikan Karakter (PPK) yang telah digulirkan pada tahun ajaran 2018/2019 ini.

Sebelumnya, sebanyak 2.752 siswa jenjang SD/MI kelas VI telah terlebih dulu menggerlar ujian KDK pertengahan November lalu. Bahkan, dispendik mempersyaratkan sertifikat sebagai tiket untuk mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Namun, jika siswa tidak lulus tetap diberi kesempatan untuk memperbaikinya. dw