Angela Lee

Kasus penipuan, penggelepan, dan pencucian uang yang melibatkan selebgram Angela Lee kini telah usai. Angela sudah dipenjara selama kurang lebih 10 bulan, lantaran terbukti telah melakukan tindak kejahatan tersebut.

Ia pun kini bersyukur telah bisa menghirup udara bebas sejak dibebaskan dari penjara pada pertengah November 2018. Ia mengaku langsung mencium tanah usai diperbolehkan pulang ke rumah.

"Pertama pasti aku bersyukur pada Tuhan karena anugerahnya, makanya aku sekarang bisa bebas, aku bisa menjalani proses hukum dengan bebas dan cepet pulang ya. Terus ya enggak nyangka aja sih," ujar Angela ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Namun, Angela Lee sempat merasa sedih lantaran ketika tiba di rumah dan ketemu buah hatinya yang baru berusia 4 tahun, Louis Valentino, tak mengenali siapa dia. "Dia lihat aku kayak shock, enggak ngenalin. Setelah beberapa menit baru dia sadar, ’Mami’," ujar perempuan berusia 31 tahun tersebut.

Ia mengatakan bahwa selama mendekam di penjara, anak Angela tidak diperkenan keluarga untuk menjenguk ibunya. Sehingga Louis sempat tidak mengenali dirinya.

"Sama keluarga saya enggak boleh jenguk. Takut mengganggu perkembangannya. Dari pada nanti dia banyak pertanyaan, mending enggak usah," ungkapnya.

Angela menceritakan bahwa ketika dirinya mendapatkan remisi hukuman dan diperbolehkan pulang, tak ada keluarga yang menjemput dirinya di rutan. Sehingga, ia sempat meminta temannya untuk jemput.

"Jadi aku pulang langsung jadi gelandangan di depan (rutan). Enggak ada yang jemput. Aku nunggu temanku untuk jemput aku. Akhirnya, ke rumah, baru ketemu anak," katanya.

Sebelumnya, Angela Lee bersama suaminya, David Hardian, ditahan pada Februari 2018 karena terlibat dalam kasus penipuan bisnis tas impor senilai Rp 12 miliar. Keduanya juga mencoba menyamarkan aliran uang orang yang mereka tipu.

Bisnis yang dimulai sejak Februari 2017 ternyata macet pada Mei 2017. Angela Lee diketahui bertindak tidak jujur dengan mitra bisnisnya yang menjadi korban. Uang yang diberikan korban untuk investasi justru digunakan untuk membayar utang serta membeli mobil mewah. N jk