Suasana Terminal Kedung Cowek sepi tidak ada aktivitas antar jemput penumpang, Bulak, Surabaya. Foto: SP/DIMAS

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terminal Kedung Cowek Surabaya menjadi salah satu contoh terminal sepi dan mangkrak yang dibangun oleh Pemkot Surabaya. Bangunan terminal yang tergolong baru ini tidak banyak diminati angkutan umum untuk berhenti mencari penumpang.

Para pengemudi angkutan umum memilih untuk ngetem di wilayah lain yang dianggap lebih strategis untuk mendapatkan penumpang. Hal itu membuat Terminal Kedung Cowek menjadi salah satu bangunan mangkrak yang kurang berfungsi optimal.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajad mengatakan pihaknya memiliki rencana lain untuk bisa meningkatkan daya guna dari sejumlah terminal lain yang sepi.

Lebih detailnya, terminal itu akan dilipatgandakan fungsinya, selain sebagai terminal, juga sebagai lahan parkir baru untuk kendaraan. "Pembangunan kawasan terus jalan di Surabaya Utara, ada perencanaan pembangunan cable car yang terus jalan. Jadi beberapa terminal akan kita kelola tidak hanya fungsi terminal, tapi juga kita gunakan untuk lahan parkir," kata Irvan, Selasa (4/12).

Menurutnya, pembangunan terminal Kedung Cowek di kawasan Tambak Wedi mulanya dilakukan dengan harapan bisa menunjang perkembangan ekonomi di sana yang pesat.

Namun karena nyatanya tidak sesuai rencana dan juga pengusaha angkutan banyak yang kalah dengan angkutan online, maka terminal Kedung Cowek juga tidak optimal.

Meski begitu, Irvan yakin bahwa tidak ada pembangunan fisik yang sia sia. Dengan adanya pengembangan kawasan wisata di Surabaya oleh Pemkot, salah satunya cable car, kawasan itu akan ramai dalam beberapa tahun ke depan.

"Akan bnyak wisatawan yng datang. Maka teminal ini juga akan bisa menjadi kantong parkir kita. Karena kebutuhan parkir di Surabaya juga tinggi," katanya.

Lebih lanjut Irvan menegaskan bahwa penambahfungsian terminal sebagai lahan parkir bukan hanya di terminal Kedung Cowek saja. Melainkan juga di sejumlah terminal tipe C yang lain. Diantaranya Terminal Manukan, Terminal Kaswari, Terminal Benowo, dan juga Terminal Oso Wilangun.

Terminal-terminal tersebut juga akan dijadikan tempat penampungan parkir khususnya dari arah masuk Kota Surabaya.

"Karena kita berpikirnya ke depan. Nanti kalau angkutan massal kita jadi, lahan parkir pasti dibutuhkan. Maka terminal-teminal tipe C kita juga akan dimanfaatkan sebagai kantong parkir selagi pengendaranya ganti moda transportasi," katanya.