Sandiaga Uno saat mengunjungi Lamongan. Foto: SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Kedatangan Sandiaga Uno, Cawapres RI nomor 2 saat berkunjung ke Lamongan di Rumah Juang di jalan Basuki Rahmad, Selasa (4/11) dimanfaatkan sebagian warga dan pegawai negeri sipil untuk mengungkapkan apa yang diharapkan.

Tak hanya warga sipil, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) kepala sekolah dari SDN 6 Babat, Tutik dan juga Rahmah, tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) terang-terangan mengungkapkan apa yang menjadi harapannya pada Sandiaga.

"Sejak pemerintahan pak Joko Widodo gaji guru PNS belum pernah naik," ungkap Tutik, Kepala Sekolah SD Negeri 6 Babat pada Sandi.

Tutik mengaku mewakili para guru PNS Babat agar saat kepemimpinan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno terpilih, gaji guru dinaikkan. "Sanggupkah menaikkan gaji guru PNS?" tambah Tutik.

Tak hanya guru PNS yang berani langsung menyampaikan harapannya kepada Sandiaga. Seorang GTT, Rahmah juga senada minta diperhatikan dengan memberi gaji yang layak untuk para GTT. "Guru honorer selama ini hanya jadi koper alias korban perasaan. Selama ini diiming-imingi saja," ungkapnya.

Sementara menyinggung gaji guru PNS atau para PNS, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, sudah menjadi hal yang wajar dan perlu ada kenaikan gaji, karena kebutuhan hidup meningkat tajam. Dari mana bisa sejahtera kalau gaji tidak naik, sementara semua kebutuhan naik semua.

Sandi selanjutnya menyitir ayat Al-quran terkait hakiki kekuasaan. Kekuasaan milik Allah, Allah akan mencabut dan mengembalikan. "Kalau pak Prabowo dan saya terpilih akan amanah," tandasnya

Ia menyerap aspirasi untuk mendapatkan masukan langsung dari masyarakat. Karena pemimpin yang baik itu harus lebih banyak mendengar jangan hanya janji-janji saja.

“Allah sudah menulis akan mencabut dan memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jadi semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Jadi nggak usah khawatir. Jika Allah berkehendak apapun jadi. Saya hanya ikhtiar, terus menyapa dan menyerap aspirasi ke seluruh Indonesia. Mendengarkan menjadi modal untuk memperbaiki kesejahteraan melalui deregulasi ekonomi yang berpihak kepada rakyat,” papar Sandi.