Bupati H Fadeli saat menyambangi salah satu ruang perawatan anak. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tidak salah kalau Pemerintah Provinsi Jawa Timur kala itu memberikan penghargaan kepada Kelompok Budaya Kerja (KBK) Forum Aku Cinta Anak (FACA) RSUD dr Soegiri Lamongan ditetapkan sebagai yang terbaik di Jawa Timur, dalam Jambore Inovasi tahun 2017.

Karena kinerja tim KBK Forum Aku Cinta Anak (FACA) RSUD dr Soegiri Lamongan, menjadi salah satu faktor pendukung kesembuhan pasien anak-anak, dan mengurangi kecemasan orang tuanya, karena mampu menghadirkan ruang perawatan yang cukup nyaman didesain layaknya tempat permainan, dengan berbagai fasilitas permainan yang disediakan.


Bupati bersama sekkab direktur RSUD Dr Soegiri dan beberapa kepala OPD usia melihat ruang khusus pelayanan anak-anak dengan aneka macam gambar yang didesai seperti tempat permainan. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

dr Moch Khaidir Annas direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, melalui Budi Wignyo Siswoyo Kasubbag Humas RSUD Dr Soegiri Rabu (5/12/2018 menyebutkan, kalau KBK FACA yang diketuai dr Maya Hanggraningrum tersebut selama ini memberikan edukasi kesehatan di RSUD dr Soegiri Lamongan.

Mereka kata Budi panggilan akrab Budi Wignyo Siswoyo KBK FACA ini telah membentuk Health Promotion Board (HPB), sebagai salah satu bentuk dari pendidikan kesehatan yang bernuansa wisata (FACA Education Tourism).

Harapannya kata dia, untuk menekan tingginya jumlah anak usia 1-5 tahun yang cemas akibat hospitalisasi di ruang Anggrek (ruang anak) RSUD Dr. Soegiri Lamongan hingga sebesar 91 persen dalam waktu 12 minggu.

Awalnya ide ini muncul ungkapnya, karena anak-anak yang masih dibawa usia 1-5 tahun biasanya begitu masuk ruang penanganan langsung cemas, kecemasan inilah juga menjadi salah satu faktor kurang cepatnya kesembuhan, akhirnya pihak manajemen melakukan terobosan dan inovasi sistem edukasi, dengan merubah ruangan perawatan seperti ruang bermain, seperti saat ini.


Berbagai macam aneka permainan disediakan oleh manajemen untuk membantu mempercepat kesembuhan bagi pasien anak-anak. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

Sistem edukasi itu dipilih lanjutnya, seiring peningkatan jumlah anak yang dirawat di RSUD dr. Soegiri Lamongan yang mengalami cemas akibat hospitalisasi.

"Kecemasan anak-anak dan orang tua kini sudah berkurang bahkan nyaris berkurang, karena ruang perawatan area perawatan seakan tidak di rumah sakit tapi pariwisata, masyarakat bisa melihat sendiri fasilitas permainan yang kita sediakan,"akunya.

Lebih jauh lanjutnya, pembangunan education health in hospital kedepan akan di rancang dalam sebuah fasilitas pendidikan tentang kesehatan yang efektif dan efisien.

"Fasilitas ini dikemas secara menarik dan menghibur, sehingga memiliki nuansa wisata, ketika anak-anak tengah dirawat disela-sela kejenuhanya mereka bisa bermain memanfaatkan fasilitas permainan yang disediakan pihak manajemen rumah sakit,"kata Budi panggilan akrab Budi.

Meski tergolong cukup sukses dalam merubah imige rumah sakit dengan berbagai terobosan, tapi pihak rumah sakit plat merah di Lamongan ini tidak henti-hentinya untuk terus melakukan peningkatan pelayanan, dengan tujuan agar masyarakat terlayani dengan baik dan tentunya kepuasan itu menjadi salah satu tujuan pihak manajemen. jir/adv