Anak-anak sedang Membeli mainan dari Bekas Paralon yang di Rakit Oleh Pak Sofyan. FOTO : Sp/Sandra

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mendengar kata mainan pasti tidak jauh dengan anak sekolahan. Namun untuk zaman sekarang, sering dijumpai anak SD sudah memegang gadget untuk area mereka bermain sehingga susah sekali menemukan pedagang yang menjual mainan untuk anak-anak.

Tidak seperti lainnya, Bapak Sofyan 39 tahun, asal Bratang, Surabaya ini menjual mainan tembak dan mobil-mobilan. Namun, tidak seperti pada umumya, beliau menggunakan bekas paralon dan karet untuk merakitnya. Beliau berjualan di depan SDN 01 Simokerto (Dekat pasat kapasan).

Mainan yang di jual dari harga 3000-40.000 rupiah ini, berbeda dengan pedagang lainnya. Pak Sofyan, tidak memaksa untuk langsung membeli hasil karya nya dengan harga yang sudah di tentukan, ia hanya membuat sesuai dengan uang yang dj miliki pembeli setiap harinya.

“Tidak langsung anak-anak membeli dengan harga 40.000-100.000 tapi, setiap hari mereka mampunyai uang berapa, semisal hari inj, 3.000 ya saya rakitkan, trus besok tambah lagi 5.000 ya saya tambahi rakitan mainan yang kemarin itu, jadi ndak langsung jadi,” Jelas pedagang ke wartawan surabayapagi.com, Rabu, 5 Desember 2018.

Pedagang mainan bekas paralon inj sudah berjualan selama 8 tahun. Tempat jualannya pun tidak harus konsisten di satu tempat, tergantung dimana ramainya anak- anak sekolah dasar bermain yang jelas, selalu berkeliling antar sekolahan.

Bagi Pak Sofyan, mulai berdagang mainan anak-anak ini terbentuk dari imajinasi dan ide nya. Ia ingin memanfaatkan barang yang sudah bekas yang bisa berguna untuk anak-sekelilingnya.

Rehan, kelas 3 SDN 01 Simokerto mengaku senang dengan adanya mainan seperti ini, ia juga sudah menjadi pelanggan tetap pak Sofyan selama 3 minggu.

“Buat mainan tembak-tembak an mbak, murah” ujarnya.

Permainan kreatif seperti ini, memang jarang sekali ditemukan, permainan mengikuti zamannya, dan melupakan dampak yang terjadi. (Sn)