SURABAYAPAGI.com, Purwakarta - Sejak pukul 06.00 WIB Iros Rusmiati, 24 tahun, sudah berjaga di SPBU mini ExxonMobil di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Sebagai operator SPBU, alias juru isi BBM, dia harus sudah mulai bekerja mengingat banyaknya konsumen di pagi hari.

Biasanya, kata Iros, konsumen memang banyak berdatangan tepatnya pukul 06.00-08.00 dan 15.00-18.00 WIB. Dalam waktu tersebut, pembeli mayoritas merupakan pekerja beberapa pabrik di Kawasan Industri Kota Bukit Indah (KBI) dan Indotaisei.

Ada beberapa pabrik di dua kawasan industri tersebut, antara lain PT Hino Manufacture Indonesia (kendaraan bermotor), PT Nissan Motor Indonesia (kendaraan bermotor), PT Indopoly Swakarsa Industry (plastik), PT Sulzer Indonesia (rekayasa dan manufaktur), PT Kalbe Morinaga Indonesia (farmasi), PT Asahimas Flat Glass (gelas), dan PT Honda Precision Parts Manufacturing (spare part motor).

“Kalau datang pukul 07.00, di sini motor sampai antre. Kalau siang pasti sepi. Saking sepinya saya sering ketiduran,” kata Iros.

Dalam sehari, SPBU mini ExxonMobil Dangdeur rata-rata menjual 150 liter bensin dengan kadar oktan alias Research Octan Number (RON) 92 senilai Rp 1,635 juta. Bensin RON 92 tersebut merupakan satu-satunya jenis produk yang dijual di SPBU mini ExxonMobil.

Sementara pada hari libur, SPBU mini ExxonMobil hanya menjual rata-rata 120 liter dengan nilai Rp 1,308 juta. “Pembelinya lebih banyak pakai motor. Kalau pengendara mobil jarang banget,” ujarnya.

Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan SPBU Pertamina yang berjarak 8 km dari SPBU mini ExxonMobil. Maka itu, ExxonMobil saat ini tengah mengadakan promo dimana pengendara yang membeli bensin minimal Rp 20 ribu akan mendapatkan satu botol air mineral 330 ml merek Club.