Pembangunan box culvert yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan di Jalan Mayjen Prof Dr. Moestopo, Surabaya, menyebabkan kemacetan panjang, Rabu (5/12). FOTO : SP/DIMAS

Penutupan Jalan Mayjen Prof Dr Moestopo, Surabaya yang dilakukan sejak Selasa (27/11) lalu, hingga Rabu (5/12/2018), masih dilakukan. Dampaknya pun dirasakan publik. Tak hanya menyebabkan kemacetan panjang. Tapi aliran air PDAM ke pelanggan juga terganggu, bahkan ada yang mati. Ini terjadi lantaran pengerjaan proyek box culvert di simpang empat jalan itu tak kunjung tuntas.

------------

Noviyanti Tri,

Wartawan Surabaya Pagi di Surabaya

Pantauan Surabaya Pagi di lokasi, Rabu (5/12) kemarin, kemacetan panjang itu terlihat mulai Jalan Mayjend Prof Dr Moestopo, Dharmahusada,. Karangmenjangan, jalan Airlangga hingga Dharmawangsa. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya yang bertugas di sana menyebut, penutupan jalan akan dilakukan hingga 2-3 hari ke depan.

"Dari atasan perintahnya 2-3 hari lagi mbak, kalau nanti diarahkan untuk perpanjangan pengalihan jalan ya akan tetap ditutup," ujar petugas yang tak mau menyebut namanya saat ditemui Surabaya Pagi di lokasi.

Seorang pekerja dari CV Trijaya Teknik, pelaksana proyek, mengatakan penutupan jalan dilakukan karena adanya pekerjaan crossing. Karena gorong-gorong yang ada di bawah jalan tidak bisa menampung luapan air. “Harusnya seminggu selesei mbak,” ujarnya.

Jamali, pengawas proyek dari Pemkot Surabaya mengatakan penyelesaian pengerjaan box culvert di depan kampus A Universitas Airlangga (Unair) ini belum dapat ditentukan. "Sekarang masih menunggu box-nya mbak, karena masih kurang 3. Jadi, selesainya kapan masih belum tau," ucap Jamali.

PDAM Mati

Di lokasi terlihat hanya ada petugas PDAM sedang membenahi pipa yang bocor akibat galian box culvert, sehingga menyebabkan aliran air ke warga menjadi tersendat. Bahkan, aliran air PDAM di area Jl.Mayjend Prof Moestopo dan sekitarnya mati.

"Airnya mati sejak pukul 05.00 WIB tadi (kemarin) mbak. Ini sudah tahap penyambungan pipa. Kalau cocok malam ini dipastikan aliran air daerah Jl.Mayjend Prof Moestopo akan kembali normal," tutur Erwin, petugas PDAM.

Erwin juga menjelaskan pengerjaan box culvert yang dilakukan dari pukul 00.00 WIB menyebabkan banyak pelanggan PDAM mengeluhkan matinya aliran air.

"Setelah kami (PDAM) dikabari ada pipa yang terkena imbas galian box culvert dan langsung kami tangani. Kasihan pelanggan yang hanya memiliki aliran air dari PDAM harus mencari pasokan air ke tetangga. Karena itu diupayakan nanti malam pengerjaan sambungan pipa selesai," jelasnya.

Warga Dirugikan

Pengerjaan box culvert yang menyebabkan kemacetan dan air PDAM mati, membuat warga merasa dirugikan. Apalagi proyek itu tak pernah disosialisasikan ke warga sekitar Jalan Mayjend Prof Dr Moestopo.

Seperti diungkapkan Muhammad Rizal. Menurutnya, baik Pemkot maupun kontraktor tak pernah sosialiasikan ke warga jika pembangunan itu sampai menutup jalan. "Nggak ada sosialisasi, sekarang PDAM malah mati,” keluhnya.

Arif, salah satu pengunjung RSU dr. Soetomo mengeluhkan karena tidak tahu jika jalan tersebut ditutup untuk proyek box culvert. “Kalau tau ada penutupan jalan ini kan bisa menghindar, cari jalan alternatif. Kalau sudah terkena macet begini jadi harus mengikuti arusnya dan malah seperti membuang waktu," ungkapnya.

Daniel, warga Mulyosari juga mengeluhkan hal sama. Ia mengatakan pengerjaan saluran box culvert harusnya dilakukan saat musim kemarau, sehingga tidak terkendala akan datangnya hujan yang sekarang telah sering turun.

"Kok ngerjakan waktu sudah musim penghujan, seharusnya pengerjaan saluran seperti box culvert sebagai antisipasi banjir kan saat musim kemarau," ungkapnya.

Vera salah satu pengendara yang melintas juga mengeluhkan adanya penutupan jalan Mayjend Prof Dr Moestopo. Padahal, kawasan ini menjadi akses utama menuju pusat kota, termasuk ke Balai Kota Surabaya dan sekitarnya.

"Saya dari Kaliwaron ke traffic light Tambang Boyo sampai sejam lebih mbak, kalau tau begini kan saya bisa memutar ke jalan lain agar tak terjebak macet di sini," tutur dia. n