Himawan Estu Bagijo, Kepala Disnakertrans Jatim

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pelatihan siswa SMK di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Jawa Timur kini tidak lagi menerapkan 240 jam pelatihan. Namun sudah meng-update menjadi 480 jam pelatihan mulai tahun 2019 nanti.

Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan, program penambahan jam pelatihan di BLK itu untuk menyambut tantangan dunia kerja. Selain itu juga menyesuaikan dengan visi misi Gubernur Jawa Timur baru yang akan dilantik pertengahan Februari 2019 mendatang. “Kami ubah jam pelatihan di BLK, dari 240 jam menjadi 480 jam. Tujuannya adalah menyiapkan tenaga kerja dengan kualitas yang lebih trampil dari sekarang,” kata Himawan di kantornya, Rabu (5/12).

Dijelaskannya, selama ini di BLK hanya diberi Hard skill atau Teknikal skill seperti kemampuan mengoperasikan mesin atau praktek menjahit dan sebagainya. “Nah, Ke depan itu, sesuai keinginan gubernur dan wagub yang baru, siswa di BLK akan dilatih 480 jam dengan tambahan pelatihan tentang soft skill,” terangnya.

Pelatihan soft skill itu, kata Himawan, pelajar di tingkat SMK di Seluruh Jawa Timur akan diajari untuk mandiri. Seperti punya kemampuan membaca peluang usaha/kerja, Teknologi Informasi, bisa membuka usaha sendiri, akses ke perbankan dan diajari untuk mendirikan koperasi. “Itu akan diajari di pelatihan di BLK. Materi Soft skill itu juga diajari bagaimana menghadapi interview ketika mencari kerja,” sebut mantan Kepala Biro Hukum Setdaprov Jatim ini.

Jadi pelatihan di BLK itu, lanjut Himawan, dari 240 jam menjadi 480 jam komposisinya 80% hard skill dan 20% diajari soft skill. Dengan demikian ketika mereka selesai dilatih, jika beruntung sudah siap bekerja di kerja formal sesuai dengan perkembangan zaman. Tapi kalau tidak (beruntung), mereka sudah siap membuat usaha sendiri. “Tugas kami kemudian, menyiapkan connectivity dengan pihak yang bisa membantu dia,” cetusnya.

Connectivity itu misalnya, alumni BLK yang sudah dilatih tadi, by name dan by address sudah dikumpulkan untuk tetap aktif membantu siswa baru. Kemudian ketika ada peluang kerja dengan perusahaan yang menjadi mitra BLK / Disnaker mereka bisa langsung mendapat info paling awal. ”Ini kita lakukan agar pengangguran di Jawa Timur bisa lebih cepat untuk bekerja,” jelasnya.

Cara ini akan terus mengalami perkembangan khususnya menyesuaikan dengan visi misi Gubernur Jatim pasca Pakde Karwo. Dimana Gubernur terpilih Khofifah dan Emil Dardak memiliki program bernama Jatim Kerja yang didalamnya ada The Dream Team. “Kalau visi misi Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak adalah ‘Jatim Kerja’, kita selama ini sudah punya ‘Ayo Kerja’. Yang penting tujuannya sama, yakni menekan angka pengangguran di Jawa Timur yang kini masih di kisaran angka 3,99%,” pungkas Himawan. rko