Dimas Pribadi menjalani sidang di PN Surabaya, kemarin. (Foto: SP/BUDI)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang perkara penggandaan uang dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/12). Meski terbukti melakukan penipuan dengan kerugian Rp 10 M, Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara ‘Nihil’ alias tidak ada.

Amar putusan dengan terdakwa Dimas Kanjeng ini, dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana. Dalam pertimbangan Hakim menyebutkan, Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai Pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama,” kata Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana.

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Anne menjelaskan, bahwa sebelum kasus ini terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara dan kasus penipuan selama tiga tahun penjara (terpidana). “Terdakwa telah menerima hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun,” jelas Hakim Anne Rusiana.

Anne menyatakan sesuai dengan Pasal 66 ayat 1 yang berbunyi “dalam gabungan dari beberapa perbuatan tersendiri-sendiri dan yang masing-masing menjadi kejahatan yang terancam dengan hukuman utama yang tidak sejenis, maka tiap-tiap hukuman itu dijatuhkan, akan tetapi jumlah hukumannya tidak boleh melebihi hukuman yang terberat sekali ditambah dengan sepertiganya”.

“Undang-undang secara komulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun. Oleh karena itu menjatuhkan pidana pada terdakwa ‘Nihil’. Pada terdakwa dan Jaksa pPenuntut Umum (JPU), dipersilahkan untuk memberikan jawaban atas vonis ini, maksimal 7 hari,” tegas Majelis Hakim Anne.

Mendengar vonis ini, Dimas kanjeng pun terlihat tersenyum. Usai sidang Ia mengaku langsung menerima keputusan tersebut. Jawaban berbeda disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Rakhmad Hari Basuki. Ia menyatakan akan mengajukan banding terkait dengan vonis tersebut. “Saya akan ajukan banding,” singkat Jaksa asal Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim ini. (nbd)