Calon wakil presiden nomer urut 02, Sandiaga Uno.

SURABAYAPAGI.com - Calon wakil presiden RI nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, hingga tiga bulan waktu kampanye berjalan, dia dan calon presiden Prabowo Subianto, belum mendapat dana sumbangan dari pengusaha besar untuk kepentingan kampanye.

"Saya akan terus memastikan pengumpulan dana dari pribadi untuk giat kampanye terus bisa bergulir," kata Sandiaga di Malang, Kamis, 6 Desember 2018.

Sandiaga mengatakan, meski tanpa sumbangan dari pengusaha besar, ia siap melanjutkan kampanye dengan dana pribadi. Ia punya cara jitu, Sandiaga menyebutnya kampanye partisipatif kolaboratif atau deklarasi dukungan yang diinisiai oleh masyarakat.

"Dan sudah lebih tiga bulan berkegiatan, kita belum ada sumbangan besar dari pengusaha besar. Bahwa saya sampaikan, saya terus siap melakukan kampanye seperti ini, sifatnya partisipatif kolaboratif," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengaku yakin dapat memenangi kontestasi politik pada 2019, meski kesulitan finansial menjadi kendala utama. Sebab, menurutnya, survei internal menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi terus meningkat.

    "Kita bersyukur survei internal kita sudah melewati angka 40 persen. Berarti ini momentum yang luar biasa. Berarti saya harus all out," tutur Sandiaga.

    Sandiaga mengaku tidak memikirkan dana pribadi yang harus keluar. Menurutnya, tanpa sumbangan dana dari pengusaha besar, dia harus rela merogoh kocek dalam-dalam. Tabulasi kebutuhan dana pun dirancang oleh tim bendahara, Sandiaga kemudian bertugas menyiapkan dana.

    "Sudah saya sampaikan, berapa pun yang harus saya keluarkan untuk Indonesia adil dan makmur untuk bersama-sama berjuang demi rakyat. Selama satu bulan kita berdiskusi dengan tim bendahara dan tim bendahara menyampaikan kebutuhan kampanye dan itu yang akan kami penuhi," kata Sandiaga.