Ilustrasi rumah minimalis

SURABAYAPAGI.com - Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah FIABCI Global Summit 2018. Pertemuan antara para pelaku real estate di dunia ini berlangsung dari tanggal 5-8 Desember 2018 di Nusa Dua, Bali.

Dalam pertemuan ini akan dibahas mengenai penyediaan affordable housing atau rumah dengan harga terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah.

Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menggandeng swasta dalam penyediaan rumah terjangkau ini, sementara negara-negara lain masih ditanggung oleh pemerintah.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) dan Presiden FIABCI, Soelaeman Soemawinata mengungkapkan, tema rumah terjangkau diangkat dalam FIABCI dengan harapan para anggota FIABCI di masa datang bisa berpihak pada masyarakat miskin yang jumlahnya mencapai 2/3 penduduk dunia.

Di Indonesia, penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah sudah menjadi bagian dari program Satu Juta Rumah.

Rumah dengan harga murah ini dibagi menjadi tiga strata, yaitu rumah untuk orang miskin yang disubsidi penuh oleh pemerintah, rumah swadaya atau rusunawa, di mana pemerintah hanya memberikan relaksasi dalam pajak.

"Pelaksanaannya pemerintah memberikan subsidi kredit KPR, Pajak Pertambahan Nilai, jadi konsumen tidak terbebani pajak yang berat, suku bunga tinggi, jadi lebih terjangkau," ujar pria dengan panggilan Eman itu.

Untuk rumah terjangkau ini, REI membuat tiga jenis desain dengan tiga tipe rumah, yaitu tipe 22, 30, dan 36. Konstruksi yang dibuat pun menyesuaikan dengan jenis tanah, seperti tanah keras, lempung, dan gambut. Selain itu, untuk wilayah gempa juga dibuat desain yang berbeda.

Uji laboratorium juga akan dilakukan untuk mereduksi risiko dan apakah peningkatan mutu dapat dilakukan atau tidak.