SURABAYAPAGI.com, Bogor - Sejumlah wilayah di Kota Bogor diguyur hujan deras disertai angin puting beliung petang ini. Akibat dari angin puting beliung itu banyak pohon bertumbangan, kendaraan yang rusak, hingga jatuh satu korban meninggal dunia.

Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, fenomena puting beliung yang disertai kilat atau petir dan angin kencang merupakan fenomena yang wajar terjadi saat masa transisi.

"Fenomena puting beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan, atau sebaliknya dan musim hujan saat kondisi cuaca pagi cerah dan terik," kata Hary dalam keterangannya, Kamis (6/12).

Ia kemudian menjelaskan tanda-tanda sebelum terjadinya angin puting beliung. Biasanya, satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah, yang diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat. Seperti perbedaan suhu udara yang lebih dari 4,5 derajat celcius, disertai kelembaban udara lebih dari 60 persen.

Selain itu, pada hari di mana akan terjadi angin puting beliung, sekitar pukul 10.00 WIB dapat terlihat kemunculan awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis). Sementara itu ada satu jenis awal yang memiliki batas tepi berwarna abu-abu dan menjulang tinggi seperti bunga kol.

"Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu–abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus). Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri," jelas Hary.

Pada hari tesebut biasanya hujan deras akan turun secara tiba-tiba. Lain cerita jika hujan gerimis yang turun, yang menandakan angin kencang jauh dari lokasi kita. Angin tersebut semakin berpotensi terjadi jika 1-3 hari sebelunnya tidak hujan pada musin transisi.

Hary menuturkan sifat-sifat puting beliung atau angin kencang berdurasi singkat. Menurut dia, angin tersebut sifatnya lokal dan memiliki luas berkisar 5-10 kilometer. Selain itu, waktu terjadinya angin puting beliung berlangsung kurang dari 10 menit.

"Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba), pada siang atau sore hari dan terkadang menjelang malam hari. Anginnya bergerak secara garis lurus," ungkap dia.

Namun, kemunculan awan puting beliung ini tidak dapat diprediksi secara spesifik, hanya bisa 30 sampai 1 jam sebelum kejadian. Akan tetapi, ia menyebut kemungkinannya kecil untuk terjadi di tempat yang sama.

"Untuk kekencangan anginnya dapat mencapai lebih dari 45 km/jam," tutup Hary.