Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Foto: SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Malang - Provinsi Jawa Timur selama ini menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Sebab selama ini sebagian besar pasokan beras nasional berasal dari Jatim.

"Oleh sebab itu, petani merupakan pahlawan penentu stabilisasi harga beras. Karena kerja petani yang terus meningkatkan produksi beras, ketahanan pangan Indonesia terpenuhi," Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo saat mendampingi Menteri Perekonomian RI, Darmin Nasution di acara penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pengeringan (Dryer) dan Gerakan Mengawal Musim Tanam Okmar 2018/2019 di, Kabupaten Malang, Kamis (13/12).

Dijelaskan, petani memegang peran penting dalam tersedianya beras. Produksi beras Jatim sebanyak 6,053 juta ton dengan tingkat konsumsi 91,3 kg per orang. Sedang konsumsi nasional mencapai 114 kg per orang. Jadi, konsumsi beras masyarakat Jatim sebanyak 3,6 juta ton, sehingga ada surplus sebanyak 2,4 juta ton. "Hal ini menunjukkan bahwa petani menjadi pahlawan kehidupan, kesejahteraan dan stabilisasi harga beras," jelas Pakde Karwo.

Pakde Karwo berharap, agar para petani bisa meningkatkan nilai tambah mereka dengan cara menjual beras bukan gabah kering panen. Jika cara tersebut bisa dilakukan, nilai tambahnya mencapai 54,3 persen. "Nantinya subsidi pupuk dicabut, ini menjadi aspirasi masyarakat dan saya menjadi penyambung lidah rakyat," tutupnya.arf