Achmad Iskandar, Wakil Ketua DPRD Jatim. Foto: SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penderita Stunting atau masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu cukup lama, menjadi perhatian DPRD Jawa Timur. Hal ini karena angka penderita gangguan gizi di sebelas daerah di Jawa Timur tinggi.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar, mengatakan pihaknya kini tengah mendorong Pemerintah Provinsi untuk ikut terlibat dalam menangani masalah stunting. “Libatkan pemkab atau pemkot yang di wilayahnya (terdapat kasus. red) stunting,” ungkapnya, Minggu (16/12) kemarin.

Achmad Iskandar juga menyampaikan, dengan peningkatan kualitas Posyandu di Jatim, seperti apa yang dilakukan oleh Pemprov, akan membantu penekanan jumlah wilayah dengan status dalam penanganan stunting di Jatim. “Posyandu milik Pemprov Jatim sudah mendapatkan penghargaan dari Unicef, tentunya bisa dimaksimalkan dalam pencegahan stunting,” lanjut Achmad Iskandar.

Pria asal Madura tersebut memaparkan, selama ini beredar tren bahwa remaja yang kurus itu cantik. Hal tersebut mengakibatkan banyak yang mengalami kurang darah. Akibatnya, saat mereka hamil, janin dalam kandungan mengalami kekurangan asupan gizi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo mengatakan pola asuh memegang peranan penting dalam mengatasi permasalahan stunting atau gangguan tumbuh kembang anak.