Atlet Judo Junior saat mengikuti pelatihan (17/12).

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peluang untuk bisa menembus Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Judo masih terbuka, para atlet non Puslatda harus bisa meraih prestasi di beberapa kejuaraan, termasuk Kejurprov yang digelar di Dojo Judo Jatim.

Menurut Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jatim, Yoyok Subagiono Kejurprov berlangsung sangat ketat karena diikuti 120 atlet termasuk atlet Puslatda.

Tensi persaingan semakin tinggi karena para atlet tentunya memiliki motivasi untuk bisa menembus Puslatda. “Kami menerapkan sistem poin di setiap kejuaraan. Jadi mereka yang berhasil menembus Puslatda tentu atlet pihan dan terbaik yang memiliki prestasi dan point tinggi,” katanya saat mendampingi Sekum KONI Jatim Suwanto membuka Kejurprov Judo.

Nantinya mereka yang masuk Puslatda menjalani latihan untuk proyeksi menghadapi Kejurnas di 2019. “Para atlet yang bisa berlaga di PON minimal harus menempati peringkat 8 besar nasional dan saya berharap atlet Jatim harus minimal diperingkat empat nasional,” katanya.

Ia juga berharap atlet Puslatda yang berlaga di Kejurprov tidak hanya asal menang, tapi mereka harus menunjukkan teknik dan skill di ajang ini. “Harus menang dengan teknik dan power, selain itu stlet Puslatda kita 15 orang, namun beberapa tidak bisa turun di Kejurprov,” katanya.

Sementara itu dalam sambutannya Sekum KONI Suwanto berharap Judo bisa menyumbangkan emas bagi Jatim di PON Papua 2020. Sn