Kondisi SMP PGRI XI Surabaya di jalan Dukuh Setro Gang II, Surabaya, Rabu (2/1), tampak sepi. Tidak ada aktivitas apapun di sekolah ini. FOTO SP/DIMAS

Diah Ana,

Wartawan Surabaya Pagi

Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI XI Surabaya bakal ditutup, lantaran izin operasionalnya diduga mati sejak 7 Januari 2015. Wartawan Surabaya Pagi mendatangi sekolah yang berada di Jalan Dukuh Setro II nomor 1 itu, Rabu (2/1/2019).

Sekolah swasta yang terdiri dari bangunan utama 2 lantai berwarna kuning dan cokelat itu tampak sepi bak kuburan. Gerbang warna hitam sebagai pintu masuk SMP itu tergembok dari dalam.

Ditanya soal kabar penutupan sekolah, warga yang tinggal di sekitar SMP PGRI XI mengaku tak tahu. Mereka juga bertanya-tanya kenapa sekolah terlihat sepi akhir-akhir ini.

"Pantesan dari kemarin kok sepi, biasanya ada anak sekolah ramai," tutur seorang pria yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan Surabaya Pagi. "Emang mau ditutup, kapan? Saya nggak denger", sahut pria yang memakai celana pendek di depannya.

Beberapa warga yang melintas terlihat memandang ke arah sekolah yang mempunyai akreditasi B itu. Seorang warga yang melintas menggunakan motor berwarna putih menghampiri wartawan Surabaya Pagi untuk berkata, "(Sekolah) mau ditutup ya ini? Ada aktivitas sebelum-sebelumnya, cuma mungkin kurang favorit," ujarnya.

Begitu ditanya perihal penggunaan gedung sekolah ke depannya, sang bapak mengaku tak mengetahui dan pergi. Sementara dari kabar yang beredar, penutupan SMP PGRI XI disebabkan adanya masalah internal sekolah. Yakni, izin operasional tidak diperpanjang sejak tahun 2015.

Padahal sekolah yang berdiri sejak Januari tahun 1976 tersebut ini memiliki sarana prasarana yang cukup, serta peserta didik sebanyak 109 siswa. Namun izin operasional tidak bisa diperpanjang oleh pengurus yayasan.

Sumber di internal SMP menyebut, saat ini pihak sekolah tengah menyiapkan angket-angket khusus untuk mengurus kepindahan atau mutasipeserta didik maupun tenaga pendidiknya.

Angket diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya. “Sebenarnya pihak sekolah sudah melakukan mediasi dengan wali murid, guna mengambil keputusan terkait mutasi peserta didik,” ungkapnya. n