Ketua DPD PAN Kota Kediri, Abdul Bagi Bafaqih.

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Setelah digoyang hasil survei terkait arah dukungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 oleh lembaga survei Sindikasi Survei Indonesia (SSI), DPD PAN Kota Kediri menegaskan tidak masuk dalam tim pemenangan pasangan Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebelumnya, SSI melakukan survei kepada 250 responden dengan 50% laki-laki dan 50% perempuan terkait elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres 2019.

Hasil survei tersebut menyebutkan jika di Kota Kediri pasangan Jokowi - Ma’ruf masih lebih baik dari pada pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.

Menurut SSI, survei ini justru berbalik dengan kondisi Kota Kediri yang notabene merupakan basis pendukung Partai PAN. Pasalnya, dalam pileg 2014 lalu PAN paling banyak mendapatkan kursi di DPRD Kota Kediri.

Selain itu, survei SSI juga menunjukan jika 56% masyarakat Kota Kediri menganggap PAN Kota Kediri tidak akan kembali meraih suara penuh pada Pileg 2019 seperti tahun 2014 lalu.

Bahkan, pendukung PAN Kota Kediri juga tidak solid dalam menentukan arah dukungannya di Capres pasangan nomor urut 2 Prabowo - Sandiaga Uno.

Direktur lembaga survei swasta SSI, Jony Elgran mengatakan, dari hasil survei ini di Kota Kediri menunjukan jika pasangan Jokowi - Ma’ruf masih lebih unggul dari pada pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.

"Dukungan masyarakat Kota Kediri untuk Jokowi masih di angka 70% dan angka di bawah 10% dukungan ke Prabowo," ujarnya saat rilis.

Dari hasil survei tersebut, Elgran juga memberikan rekomendasi pada Partai PAN yang merupakan pendukung Prabowo - Sandiaga Uno. PAN diminta untuk mengalihkan dukungannya dari Prabowo ke Jokowi.

"Ini sifatnya rekomendasi, di Kota Kediri seperti PAN yang merupakan pendukung Prabowo - Sandiaga Uno harus bekerja ekstra atau berfikir dua kali untuk mendukung Prabowo. Saya pikir tugas penting saat ini adalah PAN harus bisa mengalihkan dukungannya ke pasangan Jokowi - Ma’ruf untuk kelangsungannya sendiri. Jika tidak saya pikir sulit akan mempertahankan target 6 kursi lebih di DPRD Kota Kediri," imbuhnya.

Menurutnya, di Kota Kediri dukungan Partai PAN agak aneh. Artinya PAN merupakan partai pemenang dalam Pileg 2014, namun saat ini pendukung partai PAN justru beralih dukungannya ke pasangan Jokowi - Ma’ruf dan tidak ikut mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.

"Disini sebesar 44% pendukung PAN di Kota Kediri dukungannya lari ke Jokowi - Ma’ruf dan hanya 9% ke Prabowo," jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdul Bagi Bafaqih menegaskan, jika DPD PAN Kota Kediri tidak ikut dalam pemenangan Capres pasangan nomor urut 2 Prabowo - Sandiaga Uno. "Kami tidak ikut dalam tim pemenangan di Pilpres, saat ini kami fokus pada pemenangan Pileg besok," tegasnya.

Sementara dalam Pilpres ini, lanjut Bagi, DPD PAN Kota Kediri memberikan kebebasan para pendukung partai untuk menentukan pilihannya di Pilpres 2019.

"Di internal partai kita tetap mendukung Prabowo - Sandiaga, namun kita tidak memberikan intruksi kepada para pendukung partai. Saya rasa masyarakat Kota Kediri sekarang sudah dewasa dan pintar dalam menentukan dukungannya," tandasnya.

Saat ditanya sikap apa yang akan dilakukan terkait hasil survei SSI? Bagi menuturkan sangat menghargai hasil survei tersebut. "Kita terima kasih dengan hasil itu, artinya hasil survei itu sudah mengingatkan kita. Yang jelas kita tidak akan menanggapi rekomendasi mereka.

Namun kami akan mengumpulkan para calon legislatif agar tetap solid dan dapat meraih target 9 kursi di DPRD Kota Kediri dalam Pileg 2019," pungkasnya. Can