Ketua Panitia Seleksi Rekrutmen KIP Jatim, Suko Widodo. Foto: SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polemik rekruitmen calon anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur periode 2018-2022 yang diduga ada calon titipan dan tidak transparan berdampak pada sikap Gubernur Jatim Soekarwo. Informasi yang beredar, Gubernur belum bersedia mengambil keputusan tatkala masih ada masalah berkaitan nama-nama yang sudah diloloskan oleh Komisi A DPRD Jatim.

Sumber di lingkungan Pemprov Jatim mengatakan, surat dari DPRD Jatim perihal hasil fit and proper test calon anggota KIP Jatim sejak 19 Desember sudah dikirim ke meja Gubernur. Namun sampai detik ini, surat tersebut belum ditandatangani. Usut punya usut, ternyata ada indikasi kuat bahwa proses seleksi yang dilakukan Komisi A DPRD Jatim tidak transparan dan terkesan asal asalan.

“Apalagi ternyata 15 orang calon yang ditest Komisi A itu diputuskan lewat voting, sehingga tidak ada angka nilainya sebagai bobot untuk melihat kualitas kandidat,” ungkap sumber ini, kemarin.

Karena proses seleksi modelnya seperti itu, bisa saja Pemprov Jatim ragu-ragu untuk bersikap. “Ya Pemprov pasti kuatir untuk membuat keputusan, kalau ternyata di belakang hari ada yang menolak dan menuntut bagaimana?” ujarnya. “Gubernur pun rasanya sangat hati-hati sekali soal ini,” sambungnya lagi.

Terpisah, Suko Widodo, Ketua Panitia Seleksi Rekruitmen Calon KIP Jatim menjelaskan, bahwa Sejak tanggal 24 Oktober 2018, ketika tim seleksi (Timsel) sudah menyerahkan 15 nama calon KIP Jatim, maka selesailah tugas Timsel. “Sekarang ranahnya bukan di Timsel, kami dulu hanya melakukan tahapan-tahapan seleksi awal,” terang Suko.

Seleksi awal itu, antara lain seleksi administrasi, pengumpulan makalah, wawancara, test psikologi dan tes tulis. “Setelah itu selesai, kita menyerahkan kepada gubernur yang kemudian oleh Bapak Gubernur diserahkan ke komisi A DPRD Jatim untuk dipilih 5 nama melalui fit and proper test,” paparnya.

Suko juga menceritakan, dalam semua tahapan yang dilakukan timsel, seperti Makalah Psikologi dan Wawancara semua ada datanya. Bahkan juga ada skor nilai-nilainya yang sekarang masih tersimpan baik. “Timsel memiliki semua skor nilai-nilai dari 15 peserta, jadi kita benar-benar melakukan seleksi,” sebutnya.

Sayangnya, Suko enggan menanggapi hasil fit proper test yang sudah dilakukan Komisi A DPRD Jatim. Termasuk, apakah lima orang yang lolos itu nilainya sudah sinkron dengan hasil penilaian Timsel. “Itu sudah bukan ranah Timsel, bola ada di DPRD,” pungkas Humas Unair Surabaya ini.

Seperti diketahui, Komisi A DPRD Jatim 17 dan 19 Desember 2018 melakukan fit and proper test seleksi calon Anggota KIP Jatim sudah selesai memilih 5 orang nama dari 15 kandidat peserta. Lima kandidat yang diloloskan itu antara lain, A. Nur Aminudin (PMII), Edi Purwanto (Akademisi), Herma Retno Prabayanti (Metro TV), Imadoedin (HMI) dan Lely Indah Mindarti (Dosen Universitas Brawijaya).