Ilustrasi buah-buahan penurun kolesterol, Foto: BASF.com

SURABAYAPAGI.com - Semua orang memiliki kolesterol dalam tubuhnya. Kolesterol merupakan senyawa dengan sifat mirip lemak yang hidup secara alami dalam hampir setiap bagian tubuh seperti otak, saraf, otot, usus, hati, dan jantung.

Ada 2 jenis kolesterol yaitu LDL (low density lipoprotein atau kolesterol jahat) dan HDL (high density lipoprotein atau kolesterol baik). Tingginya jumlah LDL dalam darah dikenal dengan sebutan hiperkolesterolemia yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan penyakit jantung.

Untuk menaikan kadar kolesterol baik dapat melalui buah-buahan yang mengandung serat yang larut air. Berikut beberapa buah-buahan yang dapat menurunkan kolestrol secara alami.

1. Alpukat

Alpukat adalah buah penurun kolesterol yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal. Hal ini dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik HDL, sekaligus menurunkan kadar LDL alias kolesterol jahat. Tapi konsumsi buah alpukat tetap harus sibatasi jumlahnya. Karena satu buah alpukat mengandung sekitar 300 kalori dan 30 gram lemak.

2. Apel

Kulit buah apel mengandung banyak pektin. Pektin adalah sejenis serat larut yang dapat membilas kolesterol jahat LDL dalam tubuh. Pektin ini bekerja dengan menyerap kolesterol dan lemak jahat dari makanan dan mengeluarkannya lewat urine dan feses. Buah apel sendiri juga kaya akan serat dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

3. Jambu Biji

Kadar kalium dan serat larut air dalam jambu biji pun dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah, sementara menaikkan kadar kolesterol baik HDL yang dapat mencegah berbagai penyakit jantung.

4. Berries (strawberry, blueberry, cranberry)

Buah-buahan sejenis beri kaya akan pektin yang dapat mengikat kolesterol yang terserap di usus halus. Sehingga kadar kolesterol jahat menurun dan tergantikan dengan kolesterol baik HDL.

5. Jeruk

Jeruk merupakan buah yang tinggi kadar vitamin C. Vitamin C tidak hanya bekerja membantu mencegah penumpukan kadar kolestrol LDL, tetapi juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. hs