Ilustrasi telinga sakit saat terbang, Foto: efucz.com

SURABAYAPAGI.com - Saat berada di dalam pesawat biasanya telinga akan terasa sakit, hal ini diakibatkan adanya perbedaan tekanan udara. Ketika di daratan, tekanan udara di dalam telinga bagian dalam dan tekanan udara di luar kurang lebih hampir sama. Organ telinga yang bernama Tuba Eustachius akan mengatur agar tekanan udara di telinga bagian dalam dan luar sebisa mungkin harus selalu setara sehingga tidak akan menimbulkan masalah.

Jika tekanan udara di dalam dan di luar telinga tidak sama, akan timbul beberapa masalah. Seperti telinga berdenging dan pendengaran berkurang.

Kenaikan atau penurunan ketinggian pesawat dapat menyebabkan perubahan tekanan dalam kabin. Misalnya, penurunan ketinggian pesawat akan menyebabkan tekanan dalam kabin meningkat, dengan tekanan udara di telinga relatif lebih rendah. Hal ini mengakibatkan gendang telinga tertarik ke dalam dan meregang. Tuba eustachius pun akan gagal membuka. Pada akhirnya, rasa nyeri akan muncul di telinga.

Dalam medis, nyeri telinga saat naik pesawat dikenal dengan sebutan barotrauma atau aerotitis. Keluhan ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak hingga orang dewasa. Untuk mengurasi rasa tak nyaman, penumpang bisa mengunyah permen karet, permen yang keras ataupun keripik. hs