Sejumlah pengunjung keturunan Tionghoa berbelanja pernak-pernik Imlek di Pasar Atum, Surabaya, Minggu (27/1). Foto: SP/Arlana

Imlek 2019 atau tahun baru China 2570 jatuh pada 5 Februari nanti. Meski masih 9 hari lagi, suasana Imlek di Surabaya sudah terasa. Cobalah ke Pasar Atom, warga keturunan Tionghoa tampak berburu berbagai macam pernak pernik Imlek. Seperti angpao, lampion, baju dan pohon Mehwa.

-------

Alqomar,

Wartawan Surabaya Pagi

Sejumlah warga keturunan Tionghoa tampak memadati sejumlah toko dan stan di Pasar Atom, yang menyediakan atau menjual pernak pernik Imlek. Mereka begitu asyik memilih ornamen-ornamen untuk kebutuhan Imlek nanti.

Pernak pernik itu diantaranya lampion dan angpao, yang sering diburu oleh para pembeli. Sebab aaat Imlek tiba, lampion selalu dipasang di rumah, jalan, hingga tempat peribadatan klenteng.

Tak heran jika lampu bulat berwarna merah ini menjadi buruan masyarakat Tionghoa sebelum perayaan Imlek digelar. Begitu juga dengan angpao. Amplop kecil warna merah ini seakan menjadi barang yang wajib saat Imlek.

Sebab saat Imlek dirayakan, hadiah dengan isian uang kertas akan dimasukkan dalam angpao. Menariknya, angpao yang paling diburu bergambar babi, mengingat tahun 2019 Ini merupakan Tahun Babi Tanah.

"Ini saya bersama teman-teman datang ke sini untuk membeli pohon Mehwa, angpao dan baju serta lampion," ujar Nanda ditemui di Pasar Atom, kemarin. “Angpaonya yang ada gambar babinya, kan sekarang tahun babi tanah,” imbuhnya.

Banyaknya warga yang memburu pernak-pernik Imlek, membuat pedagang senang. "Saya menjual pernak-pernik untuk perayaan Imlek seperti angpao, lampion, baju dan pohon Mehwa. Sedangkan harganya mulai Rp2 ribu sampai jutaan Rupiah," tutur Salim, salah seorang pedagang.

Kata Salim, pernak-pernik yang paling dicari pembeli adalah ornamen-ornamen yang bergambar atau berbentuk babi. "Sekarang pembeli mulai ramai, tapi puncaknya nanti Sabtu dan Minggu depan. Kalau sudah puncak omzet penjualan bisa tembus Rp5 juta hingga Rp6 juta per hari," ungkapnya.

Susi, pedagang lainnya mengungkapkan, dirinya mulai menjual pernak-pernik Imlek sejak Desember 2018 lalu. Dan seminggu setelah Imlek, tokonya tutup. Dari sejumlah pernak-pernak yang ia jual, angpao dengan shio tahun ini menghabiskan stok lebih cepat.

“Tahun lalu omzet penjualan sampai Rp 12 juta sehari, tapi sekarang belum sampai segitu," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Susan, pedagang lainnya. Ia mengaku sudah menyiapkan stok produk dengan ornamen shio tahun ini. Sebab berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pernak pernik dengan ornamen shio sangat laris.

"Jadi kami menyiapkan barang sesuai tren. Kalau tahun ini tahun babi tanah, ya stok untuk shio ini lebih banyak. Sebab cepat laku dan banyak yang cari," papar dia. n


Beberapa aksesoris seperti angpau, lampu lampion dan beberapa atribut lainnya diburu masyarkat yang akan merayakan tahun baru China 2570. Foto: SP/Arlana