Mohammad Nuh membahas tentang maraknya peredaran informasi hoax pada media sosial dan beberapa portal berita di masyarakat sehingga menimbulkan keresahan dan menurunnya kepercayaan masyarkat terhadap sebuah informasi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hari Pres Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 February diperingati oleh beberapa kalangan. Salah satu bentuk support kepada media dan dalam rangka memperingati HPN, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) menggelar acara sarasehan.

Mengusung tema "membangun pencitraan industri melalui pers di era revolusi industri 4.0" Rektor Unusa, Prof.Dr.Ir. Achmad jazidie, M.Eng mengungkapkan. "Kami memanfatkan momentum Hari Pers ini dengan begitu kami berharap bisa memberikan pengetahuan penting yang mendasar tentang dunia pers dalam demokrasi bangsa. Ini merupakan pertama kalinya dan Unusa akan ikut memperingati sejak tahun ini dan tahun berikutnya,"Ujarnya.

Dihadiri juga oleh Mohammad Nuh, Anggota Dewan Pers terpilih. Nuh mengatakan sesuai tema yang diambil dalam sarasehan yakni membangun pencitraan industri melalui pers di era revolusi indutri 4.0.

"Sejatinya informasi itu netral adanya, hanya saja di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab informasi tersebut diolah sedemikian rupa dan disalahgunakan sehingga menjadi hoax." Ungkapnya.

Nuh juga berlendapat di era revolusi industri 4.0 yang mrmbedakan sesungguhnya hanya pada cara penyampaian atau media yang digunakan, sedangkan informasinya tetap. Oleh sebab itu bagaimana memilih informasi dengan cermat sehingga tidak dijadikan hoax oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kesempatan ini juga Unusa turut memberikan piagam penghargaan kepada media-media di Surabaya. Jazidie menuturkan menurutnya meskipun pembelajaran di Unusa tidak terkait dengan media, namun pengetahuan dasar peran media dianggap perlu untuk membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya pers. ikr