Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) menggelar press release terkait kasus narkoba 18 kilogram sabu-sabu antar negara di kantor BNNP Jatim Surabaya, Jawa Timur, kemarin. Foto: SP/JULIAN

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko memimpin press release kasus sabu-sabu seberat 18 kilogram pada Jumat (8/2) pagi.

Heru baru saja meresmikan gedung baru BNNP Jatim di Jalan Sukomanunggal Surabaya, didampingi Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso.

Setidaknya ada 15 bungkus di antaranya disimpan pelaku dalam tiga tas ransel.

Heru juga mengapresiasi penggalan BNNP Jatim dalam peredaran sabu lintas negara tersebut. Menurutnya, kerja sama antar BNN Provinsi, membuat penggagalan masuknya barang haram di Jatim semakin maksimal.

"Setelah kami ungkap jaringan pemasok narkoba di Jatim, khususnya Madura, kerja sama BNNP Jatim dengan Riau serta pusat juga memantau, kami mensuport," ujar Heru saat press release, Jumat (8/2).

Heru menambahkan, tujuh orang tersangka yang ditangkap. Aldo (39), Erlinta (33), Hasan (31), dan Hasul (44), yang merupakan warga Madura. Serta Wati (23), Febriadi (35), Iskandar (55) asal Brebes, Jateng dan Dumai, Riau dalam proses hukum lebih lanjut.

Heru menegaskan, pengungkapan kasus itu bermula dari pengungkapan 12 kilogram sabu di kawasan Dumai, Riau. Dalam proses pengembangan, lanjut Heru, barulah diperoleh bila pemesannya berasal dari Sampang, Madura.

Dalam pemberitaan sebelumnya, BNNP Jatim telah menangkap lima pelaku peredaran sabu-sabu di Jatim.

Kelima pelaku itu adalah Febriadi (35) warga Dumai, Riau; Hasan (33) asal Sampang, Madura; Andi Gunawan (48) asal Dumai, Riau; Iskandar (55) asal Rupat, Bengkalis; dan Wati Sriayu asal Brebes, Jawa Tengah.

Ketika didalami, pihak BNNP Jatim mendapati pendana barang haram itu bernama Adolf dan Erlin.