Bayi korban dibanting ayah tirinya dimakamkan di Depok.

SURABAYAPAGI.com, Depok - Tim penyidik Polresta Depok berhasil mengungkap motif di balik aksi keji seorang ayah tiri menghabisi nyawa bayi berusia dua tahun, di sebuah rumah kontrakan, di kawasan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat. Bayi mungil tak berdosa itu tewas usai dibanting pelaku.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiyarto mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku Hari Kurniawan tega melakukan aksi kejinya karena kesal dengan sang istri, yang merupakan ibu kandung korban.

“Jadi ini awalnya tersangka cek cok dengan istrinya. Lalu tersangka emosi dan melampiaskan emosinya tersebut dengan cara anak tirinya (korban) yang sedang duduk di dalam diangkat ke atas lalu dibanting ke lantai,” kata Didik kepada wartawan, Senin, 11 Februari 2019.

Akibat aksi itu, korban mengalami panas tinggi. Pada Jumat, 8 Februari 2019, sekira pukul 17.00 WIB, korban mengalami kejang-kejang.

Mengetahui hal itu, Eni, orang tua korban, kemudian berusaha melarikan sang anak ke rumah sakit. Namun sekira pukul 18.30 WIB, korban meninggal dunia. “Pas kejadian ibu korban tidak tahu sebab dia lagi ngamen. Ia mengetahui peristiwa itu dari tetangga sekitar,” ujar Didik.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pria 20 tahun itu pun terancam Undang-undang Perlindungan Anak. Ia dijerat pasal 80 ayat 2,3,4 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 junto 351 ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Yang bersangkutan (tersangka) ini profesinya juga pengamen. Dia kami ringkus di lokasi kejadian berdasarkan informasi orangtua korban dan para saksi," ujarnya.