Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kasus dugaan penganiayaan dua penyelidik KPK mulai ada titik terang. Tersangka pelaku sudah teridentifikasi. Diduga tersangka Hery Dosinaen, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua.

Hery dihimbau kooperatif terhadap pemanggilan penyidik Polda Metro Jaya. Insiden dugaan penyerangan ini terjadi di Hotel Borobudur menjelang tengah malam Sabtu, 2 Februari 2019.

Demikian penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, kepada Surabaya Pagi (15/2/2019) usai Sholat Jumat. Kombes Argo, menyatakan, pihak kepolisian telah meningkatkan kasus dugaan penganiyaan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari penyelidikan ke penyidikan.

Korban penganiayaan, Indra Mantong Batti dan Muhammad Gilang Wicaksono. Peristiwa terjadi di Hotel Borobudur, tempat pejabat Pemprov Papua, bermalam. Sejauh ini tidak ditemukan ada karyawan hotel Borobudur yang terlibat.

Kombes Argo mengakui, visum et repertum yang diminta penyidik sudah diberikan ke penyidik Polda Metro Jaya. “Polisi telah bekerja secara profesional dan berdasarkan fakta-fakta, tidak cuma visum tapi ada keterangan saksi dan bukti lainnya,” ucap Argo saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (15/2/2019).

Hasil keterangan saksi-saksi yang berjumlah 10 orang, olah tempat kejadian perkara, visum et repertum, kata Kombes Argo, penyidikan kepolisian menyimpulkan ada dugaan penganiayaan. “Sudah di tahap penyidikan ya,” tegas Argo.

Menurut Kombes Argo yang diperiksa adalah yang mengetahui peristiwa penganiayaan itu. "Yang mengetahui, melihat dan mendengar ada di sana, baik itu korban, baik itu di tempat kejadian perkara ada beberapa saksi, baik itu ada beberapa yang melihat di sana sudah kami periksa," jelas Argo.

Sementara disinggung terkait oknum pejabat Pemprov Papua, Argo, mengimbau Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua Hery Dosinaen untuk kooperatif memenuhi panggilan tim penyidik. Pemanggilan Hery terkait klarifikasi atas peristiwa pengeroyokan terhadap penyelidik KPK.

“Kami telah memanggil yang bersangkutan. Namun hingga kini belum hadir, dan yang bersangkutan meminta ditunda pemeriksaannya,” jawab Argo.

Selain itu, Argo juga menjelaskan, tim penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa seorang dokter Rumah Sakit MMC yang menangani operasi Muhammad Gilang Wicaksono. Muhammad Gilang dioperasi setelah mengalami penganiayaan diduga oleh beberapa orang yang hadir pada kegiatan Pemprov dan DPRD Papua.

"Kemarin kita sudah periksa dokter di RS MMC itu untuk mengetahui bagaimana tindakan medisnya. Kami tidak akan berhenti tangani kasus ini," kata Argo.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penyerangan terhadap penyidik KPK dimulai saat menjelang tengah malam Sabtu, 2 Februari 2019, di hotel Borobudur, Jakarta.

Dua pegawai KPK itu sedang ditugasi mengecek lapangan merespons laporan masyarakat tentang adanya indikasi korupsi dalam proyek dan anggaran di Papua.

Informasi yang digali tim Surabaya Pagi, sehari sebelumnya, pejabat Pemprov Papua konsultasi dengan salah satu komisioner KPK, Saut Situmorang, yang juga Wakil Ketua KPK.

“Esoknya ada orang yang tak dikenal memotret kegiatan rapat antara anggota DPRD dan pejabat Pemprov Papua. Karena tak ada ijin, dua orang ini dikeroyok. Keduanya mengaku petugas KPK, tapi tidak membawa Surat Tugas Penyelidikan, “ jelas sumber ini.

Malam itu juga, kedua petugas KPK diamankan di Polda Metro Jaya, untuk dimintai keterangan. Wartawan Surabaya Pagi, kemarin menemui karyawan hotel Borobudur menanyakan kasus tersebut.

“Dampak dari kejadian itu, kini tamu hotel berkurang dan pengunjung sepo. Pimpinan kami sedih, eksesnya sampai ke tingkat kepenghunian hotel dan ini merugikan manajemen,” jelasnya.

Staf hotel Borobudur ini mendengar ada beberapa karyawan yang akan protes ke kantor KPK. Mereka menganggap ada petugas KPK yang menyelidiki rapat tamu hotel, tanpa koordinasi dengan manajemen hotel, sehingga menimbulkan keributan dalam hotel.

Marketing Communications Managers Hotel Borobudur Rizki Permata Sari menuturkan, pada saat kejadian diduga terjadi tindakan kekerasan oleh tamu hotel yang kemudian teridentifikasi sebagai rombongan dari Papua.

Menurut dia, petugas keamanan Hotel Borobudur Jakarta telah melakukan upaya dan tindakan sesuai standar operasional prosedur. “Melerai dan mengamankan saat perselisihan antara kedua pihak." Rizki menyampaikan melalui keterangan tertulis, Senin, 11 Februari 2019.