Raksasa teknologi asal China, Huawei Technologies

SURABAYAPAGI.com - Raksasa teknologi asal China. Huawai Technologies. merespons laporan lembaga think tank Inggris yang menyatakan penggunaan peralatan perusahaan itu dalam jaringan 5G Inggris adalah sebuah tindakan yang naif dan tidak bertanggung jawab.

Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, telah menjadi sorotan karena tuduhan pemerintah China dapat menggunakan peralatannya untuk memata-matai.

"Membiarkan keikutsertaan Huawei adalah tindakan yang paling naif, bentuk tidak bertanggung jawab paling buruk," menurut sebuah laporan oleh Royal United Services Institute.

Seorang juru bicara Huawei pun menanggapi pernyataan tersebut.

"Kami telah memaparkan sebuah rencana kepada otoritas Inggris untuk program transformasi piranti lunak global senilai US$2 miliar," ujarnya, Kamis (21/2/2019).

"Kami tetap berkomitmen untuk mendesain dan memproduksi teknologi dengan standar keamanan tertinggi bagi para konsumen di 170 negara di seluruh penjuru dunia," tambahnya.


Pada hari Minggu, lembaga keamanan Inggris justru mengeluarkan pernyataan yang tidak mendukung pemblokiran penuh Huawei.

Dua sumber mengatakan bahwa Deawan Keamanan Siber Nasional (NCSC) merasa tidak perlu sepenuhnya memblokir Huawai dari jaringan Inggris. Mereka yakin dapat terus mengelola risiko dengan menguji produk di laboratorium khusus yang diawasi oleh pejabat intelijen.