Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memberikan sambutan dalam Musrenbang tingkat Kecamatan. Foto: SP/Duchan

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 memberikan kuota 2 pembangunan setiap kelurahan, Dan Musrenbang tetap sinergi dengan program pemberdayaan masyarakat (Prodamas).

Diungkapkan Abdullah Abu Bakar pada pembukaan Musrenbang Kota di Kantor Kelurahan Semampir masih banyak kekurangan pembanguan di setiap kelurahan, sehingga dalam musrenbang tahun ini pihaknya memberikan kuota pembangunan pada tiap kelurahan.

“Jika dulu dikelurahan hanya satu dan bahkan tidak, sekarang saya kasih kuota minimal 2 pembangunan di setiap kelurahan, agar PR cepat terselesaikan,” kata Wali Kota, Senin (4/3/2019).

Lebih lanjut, Walikota mengatakan jika Musrenbang tahun ini harus tetap sinergi dan menyel;araskan dengan Prodamas, artinya apa yang tidak mampu di Back up dengan Prodamas maka harus dilaksanakan dalam musrenbang. “Misalnya pembangunan got yang besar, karena nilainya cukup besar dan tidak bisa dimasukan dalam prodamas bisa dilakukan di Musrenbang, yang jelas saya hanya menekankan ke disenirgikan saja," terangnya.

Dia menambahkan, selain untuk mensinergikan dengan prodamas, walikota juga meminta pembangunan agar searah dengan program yang mendukung Rancangan Pembanguan Jangka Menengah (RPJM ) 2020- 2024.

“Ada sepuluh kebijakan dalam untuk mewujudkan RPJM ini, yang paling prioritas ini Prodamas Plus sudah, pengembangan usahan milik RT, dan kampung kreatif dan RTH di setiap kelurahan, dan saya menargetkan untuk lima tahun kedepan mendidik 15 ribu usaha baru,” tambahnya.

Diketahui Pemkot sebelumnya telah menjalankan beragam program misalnya rembuk warga untuk menyerap aspirasi pembangunan dalam skala kecil, kegiatan pertemuan untuk membahas seluruh masalah dengan masyarakat dalam skala menengah dan musrenbang untuk membahas beragam masalah pembangunan dengan skala besar. Can