Suasana hearing Komisi C DPRD Jember dengan Dinas PU Jember.

SURABAYAPAGI, Jember - Persoalan jalan berlubang di Kabupaten Jember, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air, masih belum memiliki data yang valid tentang total keseluruhan ruas jalan yang perlu diperbaiki. Hal itu disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Yessiana Arifah, Rabu (6/2/2019).

Hasil hearing dengan komisi C DPRD Kabupaten Jember, menurut Yessiana, pihaknya masih belum memiliki data kerusakan jalan yang valid dan perlu ada sebuah buku perawatan jalan nantinya setelah proses identivikasi.

"Dinas PU telah menerjunkan pengamat untuk melakukan inventarisasi jalan kabupaten, provinsi dan jalan nasional, saat ini masih ada kesulitan data baik data persediaan barang, data anggaran dan data lainnya yang baru saja dipelajari,” kata Yessiana.

Yessiana menjelaskan, untuk aset perawatan masih ada sekitar 70 ton aspal, 244 drum aspal bakar dan anggaran pemeliharaan masih sekitar 8 miliyar yang belum digunakan. "Ada sekitar 900 ruas jalan yang telah diidentifikasi dan juga masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melihat kondisi jalan mana saja yang perlu dilakukan pengerjaan atau perbaikan,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Jember meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air segera berkoordinasi, untuk mengupload data jalan berlubang di Kabupaten Jember.

Dampak tidak segeranya dilakukan perbaikan jalan berlubang di Kabupaten Jember, DPRD Jember menilai adanya peningkatan kecelakaan lalu lintas sekitar 200 persen. Hal ini mengakibatkan masyarakat pengguna jalan menjadi dirugikan.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember Siswanto meminta, Dinas PU harus melakukan koordinasi yang baik dengan Satlantas Polres Jember dan Dinas Perrhubungan untuk mengatasi persoalan ini.

"Kenaikan angka kecelakaan ini, telah menyimpang dari janji kampanye Bupati Faida saat mencalonkan diri sebagai Bupati. Terlebih lagi, persoalan jalan ini adalah prioritas utama yang harus di penuhi oleh pemimpin saat menjabat karena masuk dalam janji kampanyenya,” kata Siswanto.

Siswanto berharap, semua pihak bisa bersinergi dan meminta Dinas PU untuk segera mengupgrade dan menginventarisir data kerusakan jalan, karena Dinas PU sudah memiliki unit dan organ dibawahnya yang harus bergerak dengan cepat.