Ilustrasi

SURABAYAPAGI.com - Harga minyak mentah membukukan kenaikan pertama dalam tiga hari terakhir menyusul laporan pemerintah yang menunjukkan peningkatan permintaan bahan bakar AS.

Pada hari Kamis (7/3/2019), harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April ditutup menguat 0,9 persen atau 0,44 ke level US$56,66 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent utuk kontrak Mei menguat 0,31 poin ke level U$66,30 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan lebih tinggi US$9,27 dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir dari Bloomberg, minyak mentah menguat menyusul laporan inventaris hari Rabu menunjukkan meningkatnya permintaan dan penurunan besar dalam cadangan bahan bakar.

"Detail laporan itu jauh lebih tidak bearish daripada berita utama. Ada sedikit bias yang lebih tinggi, tetapi tidak besar,” kata Kyle Cooper, konsultan di Ion Energy Group, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak telah menguat sepanjang pekan ini karena OPEC terus memangkas produksi sebagai bagian dari perjanjiannya untuk membantu menyeimbangkan pasar minyak global. Sementara itu, investor juga menunggu kabar terbaru dari negosiasi perdagangan antara AS dan China.

Penguatan minyak mentah dibatasi oleh kekhawatiran bahwa pertumbuhan global akan melambat. Presiden European Central bank Mario Draghi pada Kamis mengumumkan bahwa bank sedang merevisi prospek pertumbuhan zona euro ke bawah dan akan meningkatkan stimulusnya.

"Perlambatan ekonomi global ini benar-benar membebani prospek minyak. Itulah yang menghapus sebagian dan membatasi penguatan hari ini," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.