Ketua DKB, Dr H Taufiq Hidayat (memegang selempang kuno peninggalan para leluhur Bugis), saat menghadiri Festival Jajanan Khas Kampung Mandar.

SURABAYAPAGI - Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Begitulah, yang dilakukan warga keturunan Bugis (Mandar) dalam mendukung industri pariwisata Banyuwangi.

Sebagai bentuk eksistensi etnis yang telah berabad-abad menjadi bagian dari Banyuwangi, warga Mandar yang tinggal di Kelurahan Mandar menggelar acara Festival Jajanan khas Kampung Mandar, Minggu (11/3) pagi.

Acara yang digelar di sepanjang Jl DI Panjaitan itu antara lain menyuguhkan masakan khas Nasi Sudu dan Buras.

Tokoh Adat Mandar, Daeng Syamsudin, mengungkapkan, Tradisi Saulak dan ritual adat Mandar lainnya, merupakan salah satu kekayaan tradisi masyarakat Banyuwangi. "Kakek moyang kita dahulu datang ke Blambangan (Banyuwangi, red.) ini sekitar Abad XVI - XVII atas permintaan Raja Tawangalun II untuk menjaga wilayah ini dari serangan musuh. Sejak itulah, warga keturunan Mandar terus beranak-pinak hingga sekarang ini," ungkap Daeng Syamsudin.bud


Warga antre membeli masakan khas Kampung Mandar.