Mark Zuckerberg, chief executive officer of Facebook Inc.

SURABAYAPAGI.com - Mark Zuckerberg memberikan arahan baru untuk Facebook Inc minggu ini yaitu agar mengalihkan fokusnya dari mengembangkan beberapa aplikasi sosial, menjadi hanya ke satu layanan pesan multifungsi.

Perubahan yang dimaksud Mark Zuckerberg itu sangat mencerminkan aplikasi buatan perusahaan China Tencent, WeChat, yang merupakan jaringan sosial tunggal terbesar di negara itu.

Memang ada beberapa perbedaan utama antara kedua produk tersebut, tetapi tujuan akhir keduanya terlihat sangat mirip, yaitu menjadi sebuah jaringan tunggal dan serba guna, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi semua jenis kebutuhan pengguna, mulai dari sistem pembayaran seluler hingga menghubungkan kontak langsung ke bisnis.

Dorongan untuk menjadikan Facebook lebih seperti layanan WeChat telah lama muncul. Hal tersebut terjadi karena Facebook telah terus-menerus dianggap melakukan pelanggaran privasi karena pendekatannya yang agresif terhadap iklan dan berbasis umpan (feed) untuk jejaring sosial. Di Amerika Serikat (AS), Facebook juga tampaknya mulai ditinggalkan pengguna usia muda.

Pendekatan privasi-pertama yang dijanjikan untuk layanan pesan baru ini akan mengatasi kekurangan Facebook tersebut, sementara banyaknya layanan yang tersedia dapat berfungsi untuk semakin menguatkan setiap layanan Facebook.

WeChat sering dianggap sebagai "aplikasi segalanya" untuk hampir 800 juta pemilik ponsel pintar di China karena aplikasi ini terhubung ke banyak game, bank, dan terhubung ke raksasa berbagi perusahaan perjalanan China, menyediakan layanan pengiriman makanan, dan penjual barang-barang murah. WeChat juga tersedia di wilayah lain, sehingga menarik basis pengguna aktif bulanan lebih dari 1 miliar.

Karena tersedia di mana-mana dan mendominasi, WeChat telah menjadi produk yang diinginkan, yang tampaknya mustahil untuk ditiru oleh perusahaan media sosial lainnya. Sebagai aplikasi do-everything, WeChat mampu menggantikan produsen perangkat seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi, dan hampir bertindak sebagai pengganti sistem operasi seperti iOS dan Android.

"Apa yang WeChat telah lakukan adalah menanamkan aliran konstan layanan dan fitur baru ke platform mereka. Fitur-fitur baru mengambil keuntungan dari efek jaringan yang kuat yang sudah dimiliki WeChat, sebagai platform pesan defacto di China," kata Willy Shih, seorang profesor praktik manajemen di Harvard Business School.

Dengan terus menambahkan layanan, WeChat menjadi bagian yang lebih integral dari kehidupan sehari-hari, dan lebih sulit untuk ditinggalkan sebagai hasilnya. "Nyaman untuk semuanya: pembayaran, mendapatkan info, memesan barang," tambahnya.

Willy Shih juga mengatakan, bahkan para tunawisma di China menggunakan QR code yang didukung WeChat untuk menerima pembayaran mobile ketika mengemis.