ilustrasi

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dalam sepekan Densus 88/Antiteror menangkap sel-sel teroris di beberapa tempat berbeda. Kepolisian mendeteksi sel-sel tersebut akan melakukan amaliyah atau aksi terornya.

Ketiga teroris tersebut ditangkap di Lampung, Pontianak (Kalimantan Barat), dan Sibolga (Sumatera Utara). Ketiganya diduga merupakan sel jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Ketiganya merupakan jaringan JAD yang berafiliasi dengan jaringan ISIS," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Medan, Selasa malam (12/3/2019).

Di Lampung, polisi menangkap R alias Putra Syuhada. Dari penangkapan tersebut, penyidik mendapatkan informasi pengembangan dan menangkap P alias Salim Salyo (37).

Penyelidikan pun berkembang. Polisi lalu mengendus jaringan yang sama di Sibolga, Sumatera Utara.

Di lokasi ketuga ini, polisi menangkap Husain alias Abu Hamzah (AH). Dalam upaya penangkapan, Densus 88/Antiteror mendapati perlawanan dari kelompok ini.