Pesawat Boeing 737 Max 8

SURABAYAPAGI.com - Para pejabat penerbangan Singapura telah memutuskan untuk melarang sementara penerbangan Boeing 737 Max masuk dan keluar di negara tersebut.

Keputusan itu diambil setelah pesawat Ethiopian Airlines tipe Boeing Max 8 jatuh hari Minggu (10/3) lalu, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Ini merupakan kecelakaan kedua model pesawat yang sama dalam kurang dari lima bulan, setelah pesawat Lion Air jatuh Oktober 2018.

Bandara Changi di Singapura adalah bandara keenam tersibuk di dunia dan merupakan hub yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika Serikat. Namun, hanya sejumlah kecil kecil pesawat seri Max yang keluar masuk negara itu.

Sejumlah maskapai dan regulator di berbagai belahan dunia telah mengandangkan model Max 8 menyusul kecelakaan tersebut. Korea Selatan sudah meminta Eastar Jet, satu-satunya maskapai di negara itu yang memiliki Max 8, untuk mengandangkan pesawatnya mulai Rabu (13/3/2019).

Otoritas penerbangan Singapura mengatakan maskapai yang terdampak termasuk SilkAir, yang memiliki enam pesawat Boeing 737 Max 8, China Southern Airlines, Garuda Indonesia, Shandong Airlines, dan Thai Lion Air.

Di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) menyampaikan ke para maskapai, Senin (11/3), bahwa Boeing 737 Max 8 laik terbang terlepas dari dua kecelakaan tersebut.