Suasana simulasi pengamanan Pemilu 2019

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Mendekati pelakasanaan pemilu, Polresta Sidoarjo menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai wujud kesiapan kepolisian dalam pengamanan berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas pada pelaksanaan pesta Demokrasi Pemilu 2019 di Jl. Sultan Agung depan Masjid Agung Sidoarjo, Rabu(13/3/2019).

Kegiatan Sispamkota ini melibatkan 700 anggota terdiri dari TNI-Polri, Pol PP, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya, dilakukan sebagai persiapan dalam pengamanan Pemilu 2019, di Wilayah Kabupaten Sidoarjo

Kegiatan simulasi dipimpin Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, dihadiri Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Wabup Nur Ahmad Syaifuddin, Ketua DPRD Sulamul Hadi Nurmawan, Dandim 0816 Sidoarjo, Letkol Kav. Arif Cahyo Widodo, Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo, Yapi, Komisioner KPU, Bawaslu dan jajaran TNI.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho mengatakan pelaksanaan Pemilu 34 hari lagi, yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019, oleh sebab itu diperlukan keseriusan dan kesiapan baik personil dan peralatan dalam menghadapi Pemilu 2019, sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan aman dan terselenggara secara langsung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil.

"Perlu dipahami bersama bahwasannya Pemilu 2019 kita mempunyai tugas yang sangat berat karena pelaksanaan Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara serentak dan akan menimbulkan kerawanan yang sangat tinggi khususnya pada saat distribusi surat dan kotak suara, pemungutan serta penetapan hasil Pemilu 2019 dan pasca pelaksanaan Pemilu itu sendiri, "jelasnya.

Kapolresta Sidoarjo juga mengatakan, untuk mewujudkan kesiapan dan profesionalisme personil maka diperlukan latihan, salah satunya adalah Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), ini merupakan bentuk latihan pengamanan di Kabupaten Sidoarjo mengantisipasi saat situasi tidak kondusif (anarkis massa), dampak dari Pemilu 2019 maka diperlukan penanganan yang sesuai dengan Undang-undang dan protap yang berlaku.

"Dalam menghadapi massa anarkis, saya berpesan kepada seluruh personil yang terlibat dalam latihan ini, ikuti instruksi yang ada kapan saatnya tim negosiator melakukan negosiasi, kapan saatnya tim Dalmas awal masuk, kapan saatnya lintas ganti dan melakukan formasi serta kapan saatnya permintaan bantuan TNI sesuai dengan Nota Kesepahaman antara Polri dengan TNI dimana TNI membantu tugas Polri dalam menghadapi rusuh massa," ucapnya

Bupati Saiful Ilah mengapresiasi kesiapan Polresta Sidoarjo dalam pengamanan pemilu.

“Simulasi yang dilakukan , tiap tahapan pengamanan sudah dilakukan antisipasi, mulai dari pengamanan kotak suara, pengamanan masa kampanye, pelepasan atribut kampanye hingga pengamanan di TPS saat pemungutan suara sampai penetapan hasil pemungutan suara”, kata Saiful Ilah. sg