Foto: Kondisi proyek Apartemen The Frontage di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (18/3/2019), mangkrak dan menjadi ‘hutan liar’. Tak ada bangunan apapun di lahan seluas 200 x 60 meter persegi itu, malah ditumbuhi rumput liar.

Riko Abdiono, Rangga Putra, Hermi

Tim Wartawan Surabaya Pagi

Arif Affandi, eks Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU), orang yang paling dicari, baik oleh manajemen PT PWU baru pimpinan Ir. Erlangga Satriagung, Pemprov Jatim maupun konsumen Kondotel Apartemen The Frontage. Sampai semalam, mantan Pemred Jawa Pos dan Wakil Wali Kota Surabaya ini, masih bungkam. Diklarifikasi Surabaya Pagi, melalui WhatsApp, maupun telepon langsung di ponselnya nomor 08123033994, sejak Senin sore hingga malam tadi (18/03/2019) belum merespon.

Klarifikasi yang dikirim Surabaya Pagi ke WA Arif Affandi berisi, ”Selamat malam Pak Arif, saya Rangga dari Harian Surabaya Pagi, ingin konfirmasi terkait proyek The Frontage.

1. Informasi yg kita peroleh, proyek the Frontage ini karena ada dorongan dari Pak DI. Apa benar? 2. Informasinya proyek the Frontage jual/kerjasama atas aset pemprov/negara ke Waskita Karya? Kok bisa? Padahal Ini aset negara?

3. Lalu Bagaimana nasib pembangunan proyek the Frontage menurut versi pak Arif Afandi yg menyetujui aset pemprov untuk proyek pembangunan Apartemen?

4. Dengan sudah terjualnya ke konsumen, kemana saja uang konsumen yg mencapai Rp 123 miliar? Mohon klarifikasinya, pak. Terima kasih.”

Pesan konfirmasi tersebut terkirim ke pesan WA Arif Affandi pukul 19.47 WIB. Meski terkirim dengan tanda centang dua, namun tidak dibaca oleh Arif Affandi.

Terpisah, Basanto Yudoyoko, pengganti Arif Affandi sebagai Dirut PT PWU saat itu, ia mengaku sudah tak mengikuti lagi perkembangan The Frontage. Sebab, saat ini posisinya sudah tak lagi menjabat Dirut PWU. “Sampean tanya yang jabat sekarang saja mas, takut salah saya,” kelit Basanto, kepada Surabaya Pagi, Senin (18/3/2019).

Sedangkan, Dirut PT PWU Jatim, pengganti Arif Afandi dan Basanto Yudoyoko, yaitu Ir Erlangga Satriagung menyatakan, investor PT Trikarya Graha Utama (TGU) yang dipimpin Budi Setiawan, diduga tidak bisa mendanai proyek. “Ada satu cara agar The Frontage bisa tetap dibangun, yaitu harus putus dengan investor lama dan cari investor baru. Tentu investor baru yang mau dibebani uang konsumen,” kata Erlangga, yang dihubungi Surabaya Pagi, Senin (18/03/2019) kemarin.

Negara juga Dirugikan

Erlangga menegaskan, secara institusional, PT PWU, BUMD milk Pemprov Jatim juga jadi korban kerjasama yang merugikan negara. “Kami sedang mengajukan proses hukum ke Kejaksaan Tinggi untuk putus kontrak dengan PT TGU. Melalui proses di pengadilan,” ungkapnya. Ia berpendapat proses hukum ini penting, karena urusan dengan PT TGU, berbau tidak enak. “Yang dirugikan PT TGU ya Negara, ya konsumen,” beber Erlangga yang belum genap enam bulan menjadi Dirut PT PWU ini.

Progam mendesak PT PWU adalah putus kontrak dengan PT TGU. Mengingat pemilik lahan bukan PT TGU, tetapi PT PWU. Modus kerjasama PT PWU dengan PT TGU adalah pengelolaan Hak Pemilik Lahan (HPL) atas HGB (Hak Guna Bangunan). lahan ini berdasarkan perjanjian antara Arif Affandi dan Setia Budhijanto, bos PT TGU, telah diatasnamakan PT Trikarya Graha Utama (TGU). Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, HGB tersebut dijaminkan ke PT Waskita Karya.

“Kasus ini bukan karena projectnya tidak visible tapi pengembangnya yang kurang bagus,” ungkap Erlangga, yang ketar-ketir lahan luas 200 x 60 meterpersegi di Jl A Yani Surabaya milik Pemprov Jatim bisa hilang.

Lahan Negara ini dirancang akan dibangun apartemen, kondotel dan perkantoran. Kondotel, apartemen dan perkantoran terdiri dua blok masing-masing 33 lantai. Lokasinya bersebelahan dengan kampus Universitas Sunan Ampel Surabaya.

Orang Kepercayaan Dahlan Iskan

Budi Setiawan, salah satu pimpinan PT TGU kepada Surabaya Pagi mengaku, dia orang kepercayaan Dahlan Iskan. Terutama proyek di PT PWU saat Dahlan menjabat Dirut PT PWU. Sedangkan komisaris PT TGU, ada Azrul Ananda, anak Dahlan Iskan, yang pernah menjadi bos Jawa Pos koran.

Sebuah sumber di PT PWU mengakui, proyek Kondotel Apartemen The Frontage, dikerjakan “Tim Dahlan Iskan”. Selain Arif Afandi, yang saat itu menjadi Dirut PT PWU. Ada Budi Setyawan, pria yang mengaku sangat dekat dengan Dahlan Iskan. Selain Azrul Ananda. Bahkan peletakan batu pertama dihadiri Dahlan Iskan, yang saat itu masih menjadi Menteri BUMN dan bos Jawa Pos. Kini, Dahlan Iskan, sudah tidak di Jawa Pos, baik sebagai pemegang saham mapun manajemen.

Arif Afandi dan Investor PT TGU

Ketua Komisi C DPRD Jatim Anik Maslachah, yang dihubungi terpisah mengatakan kegagalan proyek The Frontage tidak ada runtutannya. Salah satunya adalah tidak adanya kajian bisnis yang matang. “Kajian bisnisnya tidak bagus, terlalu terburu-buru. Sehingga kejadiannya seperti sekarang ini,” terang Anik, kemarin.

Anik pun meminta semua pihak yang terkait dengan The Frontage ikut bersama-sama mencarikan solusi. Tak terkecuali eks Dirut PT PWU Arif Affandi serta investor PT TGU. “Mereka semua harus bisa menjelaskan kepada masyarakat. Nanti akan kita panggil setelah pemilu (17 April),” tambah Anik sambil menceritakan bahwa PT TGU dituding perusahaan ndablek.

Alasan Anik, bos PT TGU ndablek, selain ingkar janji pada konsumen, juga tidak menepati janji kepada PT PWU.

Bertemu orang Dekat Menteri BUMN

Berdasarkan data kronologis yang dihimpun tim Surabaya Pagi, ide awal proyek The Frontage terjadi saat Dirut PT PWU Jawa Timur dipegang Arif Affandi, Tepatnya pada tahun 2012. “Saat itu melalui lobi tingkat tinggi, dirut PT PWU bertemu dengan orang-orang dekat Dahlan Iskan, menteri BUMN era Pak SBY,” ungkap sumber internal pemprov Jatim itu, kemarin.

Setelah ditelusuri, orang dekat menteri BUMN adalah Budi Setiawan Dirut PT TGU. Dimana Menteri BUMN kala itu dijabat oleh Dahlan Iskan. Budi dan Arif Affandi, diduga merancang kerjasama untuk membangun Apartemen The Frontage. Pertemuan lanjutan dilakukan dengan Azrul Ananda, yang ditunjuk sebagai Komisaris di PT TGU.

Tepat pada tanggal 12 Oktober 2012 atau hari jadi Jawa Timur ke 67 Tahun, dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara PT PWU dengan PT Trikarya Graha Utama (TGU) tentang pembangunan hotel dan apartemen The Frontage diatas asset milik PT PWU Jatim Jl A Yani 115 Surabaya.

Orang Tua Komisaris, Menteri

Disusul pada 30 Januari 2013, dilakukan serah terima Hak Penggunaan dan pemanfaatan lahan dari PT PWU Jatim kepada PT TGU. Serah terima dilakukan berdasarkan berita acara No 17/PWU/502/I/2013. Kemudian Tepat pada tanggal 23 Agustus 2014 dilakukan Ground Breaking The Frontage. Hadir saat acara peletakan batu pertama itu antara lain Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Arif Affandi Dirut PT PWU, Dahlan Iskan Menteri BUMN, Choliq Dirut PT Waskita, Maryono Dirut Bank BTN. Selain pemegang saham PT TGU seperti Kristianto, Setia Budhijanto, Budi Setiawan, dan Azrul Ananda.

Sumber lain menyebutkan, pada saat itu, PT TGU agak perkasa. Maklum, orang tua salah satu komisarisnya menjabat menteri. Sehingga untuk mencari pinjaman, tinggal panggil salah satu bank BUMN. Terbukti, Bank BTN salah satu BUMN langsung ikut merapat. Begitu juga untuk konstruksi pembanguna, PT Waskita langsung tertarik.

“Wajar saja, karena yang minta bantuan Menteri BUMN, maka BUMN mana yang berani nolak kerjasama. Tapi setelah Dahlan Iskan, tidak menjabat lagi, ya agak tersendat,” ungkap sumber di Pemprov Jatim.

Merasa Ditipu

Kini, setelah pembangunan The Frontage berhenti alias mangkrak, kondisi berubah 180 derajat. Kepercayaan masyarakat dan dunia bisnis kepada PT TGU pun luntur.

Dua BUMN yang awalnya ikut andil pun mulai kecewa dan minta diatur ulang . Bahkan konsumen juga sudah sangat kecewa, karena merasa ditipu. “Disaat kondisi tidak menentu dan banyak masalah, salah satu owner yang anak dari menteri itu mundur, kabarnya sekarang nama dia sudah tidak masuk dalam jajaran komisaris lagi,” imbuh sumber ini lagi. n