•   Rabu, 17 Juli 2019
Kediri

Ngaku Polisi, 4 Orang Peras Sopir Truk Angkut Solar

( words)
ilustrasi Satuan Unit Reskrim Polres Kediri Kota


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Candi Ahmad, sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM) warga Kabupaten Tuban, Sabtu (9/3/2019) melapor ke Mapolres Kediri Kota. Laporan tersebut dilakukan setelah dirinya menjadi korban pemerasan dan penipuan empat orang tak dikenal.

Kejadian tersebut terjadi Kamis (7/3/2019) lalu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari di wilayah Mrican Kota Kediri. Saat itu korban sedang mengangkut bahan bakar minyak berupa solar dari Desa Kras, Kabupaten Kediri menuju Madiun. Dalam perjalanan saat berada di Mrican Kota Kediri, secara mendadak truk tangki yang dikendarai korban dihadang satu mobil Avansa berpenumpang empat orang.

"Tiba-tiba saya diberhentikan mobil Avansa. Empat orang ini mengaku anggota polisi dari Polsek Ngadiluwih," ujar Candi Ahmad, sopir truk, Jumat (22/3/2019).

Lantaran tak berani melawan, Ahmad kemudian turun dari truk. Empat orang pelaku yang mengaku polisi itu kemudian meminta korban untuk kembali ke Polsek Ngadiluwih karena mengangkut BBM tanpa izin. Korban yang takut akhirnya menuruti permintaan pelaku. Namun saat dituruti ternyata pelaku justru mengajak negosiasi.

"Saat itu saya diminta putar balik ke Polsek Ngadiluwih. Tapi kemudian mereka mengajak negosiasi agar saya bisa jalan lagi. Tapi mereka meminta uang Rp 5 juta, setelah saya telp bos, kemudian bos saya menyetujui dan transfer ke rekening atas nama Buchori yang katanya milik salah satu pelaku," jelas Ahmad.

Berhasil melakukan aksinya, empat pelaku yang mengaku polisi ini meninggalkan korban. Sementara Ahmad Candi yang merasa menjadi korban pemerasan dan penipuan, dua hari kemudian baru melapor ke Mapolres Kediri Kota.

Kasus pemerasan dan penipuan sopir angkutan BBM tersebut sudah ditangani unit Reskrim Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan yang menyangkut nama Polri tersebut. "Untuk kasus ini saat ini sudah pada tahap penyelidikan," tandasnya. Can

Berita Populer