Ilustrasi tambang batubara

SURABAYAPAGI.com - Harga batubara kemarin (9/4/2019) masih menunjukkan pergerakan yang positif. Analis Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan sentimen berasal dari China yang kembali membuka pintu impor batubara Australia.

Harga batubara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 pada Jumat (5/4) berada di level US$ 81,00 per metrik ton. Angka ini naik 1,37% dari harga sebelumnya US$ 78,90 per metrik ton.

Kapal kargo batubara Australia mulai melakukan aktivitasnya di pelabuhan China. Sebelumnya hampir dua bulan lebih kapal asal negara Kanguru tertahan, sehingga pembeli domestik China enggan membeli karena masalah itu.

Tak sampai di situ, ternyata batubara Australia pun dihadang oleh sentimen lain. “Semakin banyak batubara AS dan Rusia yang memasuki pasar Pasifik,” kata Wahyu. Ia menambahkan jika ini membuat permintaan batubara Australia melemah di antaranya yakni Jepang dan Korea.

Katanya harga batubara masih bisa terkoreksi akibat pelemahan kontrak batubara di tengah melemahnya indeks batubara di seluruh dunia. Negosiasi harga batubara antara produsen Australia Glencore dan pelanggan utama Jepang bila tidak menemukan jalan tengah akan kembali mengoreksi harga si batu hitam.

Wahyu meramal harga batubara pada perdagangan besok akan berada di support kisaran US$ 80,20, US$ 79,60, dan US$ 78,00 per metrik ton. Sementara level resistance antara US$ 81.,40, US$ 81,80, dan US$ 82,50 per metrik ton.

Katanya potensi harga terdekat berada di level US$ 74,00 yang menunjukkan rebound signifikan. Adapun ia merekomendasikan buy on weakness untuk komoditas ini.