•   Rabu, 17 Juli 2019
Peristiwa Nusantara

Di Blitar, AHY Ajak Kader Teladani Bung Karno

( words)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Kogasma Partai Demokrat (PD) ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar. (Foto: SP/RIKO)


SURABAYAPAGI.com - Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkeinginan mengembalikan wasiat Sang Proklamator Bung Karno pada relnya yang asli. Pasalnya, akhir-akhir ini persatuan dan kesatuan bangsa kian menipis karena kita hidup semakin individualis.
Ironisnya lagi, perkembangan teknologi justru membuat hidup kita semakin tersekat-sekat. Apalagi kemudian dikait-kaitkan dengan isu -isu politik yang sering memecah belah diantara anak bangsa sehinga perlu kiranya kembai ke semangat Bung Karno.
"Revolusi harus dipelihara dan dikembalikan kepada relnya yang asli. Artinya semangat perjuangan itu tidak boleh menjadi bias, kemudan kita kedepankan persatuan diatas keberagaman yang kita miliki di Indonesia ini," ujar AHY di sela kunjungan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Selasa (9/4) bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo.
Menurut putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di jaman yang semakin modern ini pihaknya melihat relevansi semangat persatuan dan kesatuan bangsa ini menjadi semakin penting.
"Insya Allah jika kita semua dapat memeliharanya, dapat terus menjaganya dan berjuang mewujudkan cita-cita besar bangsa sesuai yang diharapkan oleh para pendiri bangsa maka kita bisa benar-benar mewujudkan Indonesia seperti yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945," tegas AHY.
Sebagai generasi penerus bangsa, kita semua telah mendapatkan pelajaran-pelajaran berharga yang telah ditunjukkan Bung Karno baik tentang nasionalisme, kebangsaan, patriotisme dan juga tentang cita-cita besar rakyat Indonesia yang semakin adil dan sejahtera dan yang semakin mampu dan bahagia hidupnya.
"Itu akan terus relevan sampai kapanpun walaupun kita kini hidup dengan tangangan jaman yang berbeda dibandingkan ketika beiau memperjuangkan kemerdekaan republik indonesia di tahun 1945," dalih mantan Cagub DKI Jakarta ini.
AHY juga mengajak sebagai anak-anak bangsa harus berterima kasih dan mengapresiasi segala keringat dan darah serta air mata para pendahulu khususnya Bung Karno, tentunya kita harus bisa mewarisi nilai-nilai luhur tersebut.
AHY sengaja melepaskan kegiatan politik karena ingin memberikan penghormatan kepada tokoh bangsa kita Bung Karno dan beliau juga penyambung lidah rakyat.
"Inilah yang terus kita gelorakan di Partai Demokrat, kami terus menyerap asprasi rakyat dan kemudian menggemakannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi sehingga apa yang dirasakan dan diinginkan rakyat hari ini dan kedepan bisa didengar dan menjadi atensi para pemimpin kita semua dan mudah-mudahan kita bisa menjadi bagian sousi bukan menjadi bagian masalah," imbuhnya.
Senada Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo menambahkan bahwa ada satu hal penting yang dinyatakan oleh AHY yakni terkait wasiat Bung Karno dimana revolusi harus dikembalikan kepada relnya yang asli.
"Itulah kemudian Demokrat tetapkan ideologinya Nasionalis dan Relegius. Jadi itu sejalan dengan wasiat Bung Karno tentang kondisi yang harus dikembalikan kepada konstitusi kita prosesnya dari kebudayaan, politik dan kostitusi yaitu UUD 1945," beber Pakde Karwo.
Ia optimis dengan ideologi Nasionalis Relegius, Partai Demokrat bisa diterima masyarakat Jatim. Bahkan wilayah Mataraman yang selama ini menjadi basis kaum nasionalis Partai Demokrat juga diterima dengan baik sehingga suaranya juga signifikan.
"Wilayah Mataraman saya optimis suara Demokrat tetap besar," pungkas mantan Gubernur Jatim dua periode ini.

Berita Populer