•   Selasa, 16 Juli 2019
SGML

Anggota DPR Bambang Haryo Minta Proyek Desa Digarap Kontraktor Lokal

( words)


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Tak ingin warga desa jadi penonton saat menerima dana bantuan pembangunan infrastruktur desa, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Bambang Haryo Soekartono memastikan pembangunan jalan penghubung antar desa program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tidak diperbolehkan dikerjakanan rekanan (kontraktor) pusat. Akan tetapi harus dikerjakan masyarakat antar desa penerima bantuan pembangunan jalan paving antar desa itu.
"Program pembangunan jalan antar tiga desa harus terealisasi tahun ini. Pembangunannya tak boleh dikerjakan kontraktor pusat (besar). Ini agar kontraktor di desa harus dihidupi dengan program ini. Makanya saat anggaran disetujui tak boleh diambil alih pusat. Cukup kontraktor lokal antar desa. Tujuannya agar jangan sampai kontraktor kecil-kecil berkurang tapi harus berkembang," terang Bambang Haryo Soekartono di Balai Desa Pekarungan, Kec Sukodono, kemarin (9/4).
Anggota Fraksi Partai Gerindra ini menguraikan program PISEW ini merupakan inisiasinya sebagai anggota Banggar DPR RI dengan Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR). Bantuan program PISEW diperuntukkan untuk ribuan desa di seluruh Indonesia. Khusus di Sidoarjo ada 14 titik program PISEW. Dengan nilai masing-masing Rp 600 juta per titik.
"Bagi saya program ini sangat luar biasa. Program ini diharapkan bisa meningkatkan produktifitas petani. Apalagi, para perani sangat membutuhkan jalan paving antara itu," imbuh usai berdialog dengan warga dan Kades Pekarungan, Kades Pademonegoro dan Kades Suruh.
Menurut anggota DPR RI Dapil I Jatim (Surabaya -Sidoarjo) selain jalan antar 3 yakni Desa Pekarungan, Desa Pademonegoro dan Desa Suruh, Kecamatan Sukodono juga ada jalan penghubung antar Desa Terungwetan dan Desa Keboharan, Kecamatan Krian. Selain itu, juga ada jalan antar Desa Candinegoro, Desa Plaosan dan Desa Pager Ngumbuk, Kecamatan Wonoayu.
"Kalau jalan sudah dibangun maka setiap desa yang memiliki jalan tembus itu harus punya target pertumbuhan ekonomi desanya masing-masing. Meski pertumbuhan ekonomi desa juga dipengaruhi situasi perekonomian negara. Misalnya tarif dasar listrik harus murah. Begitu juga harga air harus murah," tegas politisi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Kades Pekarungan, Sri Udjiati menegaskan pembangunan jalan paving program PISEW itu harus segera dikerjakan dan diselesaikan. Apalagi, rapat koordinasi dengan warga 3 desa yang rumahnya berdekatan dengan lokasi jalan paving tembus antar desa Pekarungan, desa Pademonegoro dan desa Suruh Kec Sukodono itu sudah dilaksanakan dan diberi arahan anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono.
"Pembangunan jalan tidak akan dikerjakan rekanan lain. Melainkan akan dikerjakan warga dari 3 desa yang sudah ditunjuk dalam realisasi proyek ini. Insyaallah mulai April ini akan dikerjakan," pungkasnya. sg

Berita Populer